Aku adalah Cerminan Masa Kecilku

by -
Ilustrasi

Oleh: Zilfitriani
Mahasiswa di Sampoerna University, Jakarta.

Children are the living messages we send to a time we will not see“.
– Neil Postman, The Disappearance of Childhood (introduction), 1982

Apa sih hari anak? Mungkin sebagian besar dari kita banyak yang bertanya hal itu. Tidak banyak dari kita yang paham betul tentang apa itu hari anak dan alasan mengapa diperingati. Karena banyak dari kita juga bahkan tidak peduli akan hal itu.

“Hari Anak Sedunia adalah hari yang dirayakan oleh semua orang di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 20 November yang bertujuan untuk mempromosikan cita-cita dan tujuan penghargaan dan kesejahteraan anak-anak di dunia.”

Menurut penulis, Hari Anak adalah tidak hanya pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan, karena menurutnya hari anak adalah setiap hari. Mengapa demikian? Karena setiap proses yang dialami anak sehari-hari perlu diberi penghargaan dan apresiasi untuk kebaikan anak nantinya. Tetapi, tentu saja hanya hal-hal baik yang diperlakukan demikian.

Setiap harinya juga semua anak harus dan perlu diberikan kesejahteraan. Karena pada dasarnya, Hari Anak Sedunia itu sendiri hanya sekedar pengingat bagi kita semua akan pentingnya kita menghargai, mengapresiasi anak-anak dan memberikan hak-hak mereka. Bukan malah seperti yang saat ini sedang marak terjadi. Salah satunya adalah dijadikan sebagai pelampiasan nafsu dengan mencabuli dan tindakan kriminal lainnya yang menjadikan anak sebagai sasaran.

Hal ini merupakan salah satu contoh pentingnya membentuk karakter anak sejak dini. Dengan demikian ketika mereka tumbuh dewasa kelak ia tidak akan melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya mereka lakukan. Begitu pentingkah mempedulikan anak?

Jika penulis ditanya demikian maka jawabnya tentu saja penting. Bagaimana tidak. Anak adalah generasi penerus. Jika sejak dini ia tidak diperhatikan dan dibentuk sebagai orang yang berkarakter baik bagaimana bisa ia menjadi orang yang baik dan berguna kelak. Yang ada justru ia akan dianggap merugikan orang lain.

Taburlah satu pikiran positif, maka akan menuai tindakan.
Taburlah satu tindakan, maka akan menuai kebiasaan.
Taburlah satu kebiasaan, maka akan menuai karakter.
Taburlah satu karakter, maka akan menuai nasib.

-Anonim

Kutipan tersebut menggambarkan bahwa bagaimana pribadi seseorang kelak tergantung apa yang diberi sejak dini. Dari sini penulis berpikir bahwa yang paling besar pengaruh dan kontribusi terhadap sikap dan kepribadian seorang anak keluarga (terutama orang tua) dan juga lingkungan. Karena sejatinya yang hampir setiap saat anak temui dalam hari-harinya ialah orang tua.

Peran Orang Tua terhadap Anak

Orang tua ialah orang yang paling berpengaruh terhadap anak. Bagaimana tidak. Setiap harinya anak akan lebih sering dan bahkan selalu bertemu dan berinteraksi dengan orang tua. Oleh karenanya sebagai orang tua haruslah mereka mencontohkan perilaku yang baik. Jangan sampai anak mencontoh hal yang buruk karena yang dicontohkan buruk. Jika demikian dan kemudian orang tua memarahi anaknya, justru itu merupakan hal yang lucu. Pantaskah mereka menuntut anak berperilaku baik jika mereka justru mencontohkan hal yang buruk?

Hal cukup menarik bagi penulis. Terlalu egois rasanya jika orang tua yang merupakan akar utama pertumbuhan dan perkembangan anak, justru berperilaku buruk kemudian menuntut bunganya untuk menjadi bagus nan indah. Sebagai orang tua, cobalah untuk meningkatkan kepekaan, perhatian, dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.

Pada era teknologi seperti saat ini orang tua semakin ditantang perhatiannya. Pasalnya, hampir setiap anak kini bias mengakses internet, televisi, telepon seluler dll. semua ini tidak menutup kemungkinan mengandung konten yang negatif yang dapat mempengaruhi perilaku anak. Tidak terkecuali internet. Internet dapat dengan mudah diakses oleh anak dimanapun dan kapanpun. Oleh karenanya para orang tua makin ditantang untuk mampu mengawasi anak agar tidak terpengaruh hal-hal negatif yang beredar.

Orang tua adalah role model bagi setiap anak. Karena apa yang orang tua tanamkan terhadap anak sejak masih kecil itulah yang akan mereka tuai kelak. Oleh karena itu pertumbuhan dan perkembangan anak harus diprioritaskan oleh para orang tua. Anak yang merupakan estafet kepemimpinan bagi bangsa nantinya tentunya harus terdidik dan berperilaku baik. Sebagai orang tua tentunya tidak bisa sepenuhnya memberikan pelajaran hidup terhadap anak.

Terkadang orang tua hanya berperan sebagai fasilitator terhadap anak. Salah satu contohnya adalah orang tua memfasilitasi anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan layak. Namun, orang tua tidak bisa lepas tangan begitu saja. Meskipun telah memfasilitasi dengan menyekolahkan ditempat yang bagus misalnya, orang tua juga harus tetap mengontrol dan memperhatikan tumbuh kembang anak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *