Alasan Untuk Hidupi 3 Anaknya, Emak-emak di Surabaya Nekad Jualan Sabu-sabu

by -
Tersangka beserta barang bukti saat diamankan petugas di Polrestabes Surabaya.

SURABAYA, urgensi.com – Halimah Tussadiyah (39) warga Jalan Tanah Merah, Kota Surabaya, diringkus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Bukan tanpa sebab, ibu rumah tangga ini nekad jadi pengedar narkoba jenis Sabu-sabu.

Kepada petugas, janda yang sehari-harinya penjual baju di pasar Pogot ini mengaku, sudah tiga bulan menjalankan bisnis haram tersebut. Dia nekad berjualan sabu-sabu dibantu dua keponakannya, MM (17) dan MS (17). Dia berdalih untuk biaya menghidupi ketiga anaknya.

“Sudah tiga bulan Pak, buat hidupi anak. Jualan baju tambah sepi, ditambah lagi suami saya sudah tidak ada,” kata Halimah, di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (27/12/2018).

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Indra Mardiana mengatakan, penangkapan tersangka, setelah petugas mendapatkan informasi adanya peredaran narkoba oleh kalangan pelajar.

Dari informasi tersebut, petugas melakukan pengintaian. Tak lama kemudian, petugas menggrebek dan mengamankan MM dengan barang bukti 1,03 gram sabu-sabu yang dikemas di dalam telur mainan plastik.

“Saat diamankan, pelaku MM mengaku jika disuruh membeli narkoba tersebut oleh pelaku HT (Halimah),” terang Indra.

Dari hasil penyelidikan, sabu-sabu tersebut dibeli Halimah dari seseorang yang bernama Roni yang kini menjadi buron atau DPO, yang sebelumnya dipesan oleh MS atas perintah Halimah. Pelaku biasa menjual narkoba tersebut kepada teman-teman MM dan MS.

“Pelaku menyuruh kedua remaja itu, membeli dari RN dan dijual di teman-temannya untuk pesta narkoba. Karena kedua remaja tersebut masih di bawah umur, kami kirim ke Lapas anak untuk dilakukan pembinaan,” kata AKBP Indra.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat dan Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 12 tahun kurungan penjara. (bej/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *