Bau Menyengat Diduga dari Urugan Pelebaran Pabrik, Ini Tanggapan Humas PT APS

by -
Bahan urug proyek pelebaran PT APS yang berada di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, diduga campuran limbah plastik, yang menimbulkan bau menyengat. (FOTO: IRW)

GRESIK, urgensi.com – Proyek pelebaran pabrik PT Adi Prima Suraprinta (APS), rupanya mengundang respon negatif warga sekitar lokasi pabrik yang berada di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Warga mengatakan, bahan urug yang dipakai untuk meratakan tanah di area lokasi proyek, menggunakan tanah urug yang dicampur dengan sampah plastik dan sejenisnya. Alhasil, warga sekitar merasakan bau yang menyengat layaknya bau kotoran manusia, di saat angin berhembus ke area perkampungan. Akibatnya, warga mengaku merasa terganggu atas kondisi tersebut.

Selain itu, warga juga terganggu dengan adanya ribuan ton limbah padat yang ditumpuk menggunung di bantaran sungai mas, dekat area pemukiman penduduk. Keresahan warga bertambah, di kala limbah tersebut rentan dengan timbulnya wabah penyakit.

Salah satu warga yang terdampak, Yit (37) mengatakan, persoalan yang dihadapi warga sekitar pabrik kertas terbesar di Gresik bagian Selatan ini, sudah lama. Dirinya mengaku bosan, karena tiap baru disuguhi bau busuk yang tercium hidup.

“Mungkin dengan cara diingatkan lewat media, pabrik kertas tersebut mau menanggapi keluhan warga. Sebenarnya, masalah ini sudah lama sekali dan berkepanjangan. Kami semua juga sudah bosan dengan kondisi bau menyengat ini,” katanya, Minggu (3/3/2019).

Sebelumnya, dirinya mengaku jika bersama warga sudah berulangkali mengingatkan pihak pabrik terkait limbah cair dan padat yang dihasilkannya. Namun sayang, peringatan warga rupanya hanya didengarkan saja, tapi tidak ada solusinya.

“Pernah, pihak manajemen pabrik menawarkan ke warga yang selalu mengkritisi pabrik, jika adanya limbah tersebut dikelola kembali. Tapi tidak ke semua orang, hanya orang-orang tertentu saja. Memang, kalau telaten, limbah yang bercampur itu masih ada yang bisa diuangkan,” papar Yit.

Sementara, Humas PT APS Rudi Harahap beserta wakilnya, Bahrul, saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan limbah plastik yang bercampur itu di salah satu warkop dekat perusahaan tersebut, mengatakan, kalau dirinya tidak punya otoritas soal dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan.

“Saya di PT APS hanya sebagai karayawan. Mengenai dampak yang ditimbulka, kami baru tahu, kalau proyek pabrik yang baru itu menimbukan bau. Kayaknya bukan limbah, itu hanya pecahan beling dan kotoran biasa. Tapi, kami akan sampaikan aduan warga ini ke Direktur Utama untuk menyikapinya. Jujur, kami di sini tidak punya otoritas untuk memutuskan,” katanya.

Pihaknya berjanji akan melakukan identifikasi, benar tidaknya sumber permasalahan ini dari perusahaan PT APS. Pasalnya, berdasarkan informasi yang masuk ke pihaknya, selama ini baik-baik saja, seperti tidak ada polemik.

“Jangan-jangan ada oknum yang sedang mencari-cari kelemahan kami. Tapi tidak masalah, kami terima aduan ini. Ini merupakan masukan bagi kami untuk ke depan lebih baik. Kami saat ini juga dalam proses mengumpulkan warga sekitar untuk mengurus AMDAL. Saat ini, masih dalam tahap sidang kerangka acuan. Kapan hari, kita sudah sempat mengumpulkan warga dan perwakilan dari Pemdes Sumengko untuk membahas masalah ini,” papar Rudi.

Disinggung soal kepastian apakah itu limbah atau bukan dan perlu adanya clean-up, Bahrul mengatakan, pihaknya akan kooperatif jika terbukti ada limbah yang dihasilkan.

“Kami pasti kooperatif, dan kami akan memperbaiki sistem kami. Karena pabrik kertas ini berdiri di Sumengko sudah cukup lama sejak 1994. Perusahaan kami juga sudah banyak memberikan bantuan-bantuan kepada warga terdekat. Baru-baru ini, kita juga baru bikin penerangan jalan umum di RT sebelah barat pabrik yang semua materialnya dari kita. Tak hanya itu, sampah plastik yang masih bisa dimanfaatkan, kami berikan cuma-cuma alias gratis, juga besi-besi bekas kita jual murah kepada masyarakat sekitar. Tujuannya, untuk membantu meningkatkan taraf hidup mereka,” pungkasnya, tanpa membahas pertanyaan tersebut. (irw/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *