Berenang di Kolam Desa Sebani, Dua Siswi MTs di Pasuruan Tewas Tenggelam

by -
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian, yakni di Kolam Renang Satria Buana, Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, urgensi.com – Warga Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendadak dihebohkan dengan ditemukannya dua pelajar yang tewas tenggelam di Kolam Renang Satria Buana, desa setempat, Sabtu (22/6/2019).

Dua pelajar tersebut yakni Maulidah Sholihah (15) dan Sella Oktavia Virmansyah (15). Keduanya warga Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Petaka ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, kedua korban bersama 8 rombongan pelajar dari MTs Annur Purwodadi, datang ke kolam renang tersebut. Di sana, mereka didampingi guru mereka yakni M Hafid (27) warga Desa Capang, Kecamatan Purwodadi.

“Awalnya, dua korban bersama rombongan dari MTs berkunjung ke Ponpes Darul Lugho Wadda’wah. Sepulangnya dari Ponpes tersebut, mereka mampir ke Kolam Renang Sebani sekitar pukul 11.15 Wib,” kata Iptu Suparlan, Kanit Reskrim Polsek Pandaan.

Kedua korban ini, berenang di dalam kolam renang dewasa bersama teman-temannya dan pengunjung lain. Namun nahas, dua pelajar itu tenggelam tanpa diketahui delapan kawannya dan guru yang mendampinginya.

Sekitar pukul 12.00 WIB, penjaga kolam mengetahui jika korban sudah tenggelang. Lalu, penjaga kolam langsung memberikan pertolongan. Namun nasib berkata lain, nyawa korban tak bisa tertolong saat menuju rumah sakit.

“Sempat ditolong, tapi korban meninggal saat perjalanan menuju Rumah Sakit Aisyah Pandaan. Baru setelah itu, para saksi melapor ke Polsek Pandaan,” ungkapnya.

Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta identifikasi jenazah, korban meninggal akibat tenggelam.

Meski begitu, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga tak menuntut pihak manapun atas kejadian tersebut, serta akan menyelesaikan perkara dengan kekeluargaan.

Sementara itu, pihaknya juga meminta pengelola kolam renang agar semakin ketat melakukam pengawasan, terutama pada pengunjung yang tidak bisa berenang, agar kejadian serupa tak terulang.

“Untuk sementara, kolam renang kami tutup dengan garis polisi,” pungkas Iptu Suparlan. (jn/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *