Brand, Menjadi Pengaruh Utama dalam Berkembangnya Produk

by -
Ilustrasi

Oleh: Incha Gemelli Amaradipta
(Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang/UMM, asal Malang)

Setiap pengusaha pasti sangat menginginkan produk yang telah diciptakan dapat diterima masyarakat dan dapat bertahan lama di pasaran. Namun, tidak semua pengusaha memahami berbagai upaya yang harus dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat bertahan lama.

Hal-hal yang dapat dilakukan agar perusahaan dapat memperpanjang siklus hidup produk dapat dilakukan melalui sejumlah cara kreatif. Pasar luar negeri misalnya, menawarkan tiga pendekatan untuk memperpanjang siklus hidup, antara lain dalam perluasan produk (produk extension). Maksudnya, adalah produk yang telah ada kemudian dipasarkan secara global agar produk tidak hanya dikenal di ranah domestik, contohnya: Coca-Cola, KFC, dan jins Levi’s adalah beberapa contoh peluasan produk dari negara asal kemudian dipasarkan di negara lain.

Kemudian yang kedua adalah melalui adaptasi produk. Pengertian dari istilah ini adalah produk dasar dimodifikasi agar memiliki daya tarik yang lebih tinggi saat dijual di negara lain, contohnya di Jerman, menu McDonald’s menyajikan bir, karena penduduk Jerman menyukai bir, hal ini dilakukan agar produk ini mendapat tempat yang baik di mata pelanggan.

Yang ketiga adalah Reintroduksi. Yakni menghidupkan kembali produk lama atau yang ketinggalan zaman ke pasar yang lebih baru. Misalnya produk Kodak, menambah penjualan dengan cara mengenalkan ulang produk kamera dan rol di India. Hal ini dilakukan untuk menarik kembali perhatian konsumen terhadap barang yang sudah dianggap kuno agar bisa menjadi trend kembali.

Mengembangkan fitur produk hanyalah satu bagian dari pekerjaan seorang pemasar. Pemasar juga harus mengidentifikasi produk sehingga konsumen mengenalinya. Dua hal yang paling penting pada tahap ini adalah pemerkan (branding) dan pengemasan (packaging). Hal ini sebenarnya juga bisa memperpanjang siklus hidup produk, karena semakin terkenal merk atau semakin mudah logo diingat oleh konsumen, secara tidak langsung konsumen akan memberi kepercayaan lebih untuk produk kita ketimbang dengan produk-produk lain yang merk atau logo nya susah diingat.

Bahkan, pengamat industri menganggap merk adalah aset paling berharga dalam perusahaan. Mengapa merk bisa dibilang aset yang paling berharga dalam perusahaan? Karena jika merk sebuah produk sudah terkenal, maka merk itu bisa bernilai sangat tinggi. Contohnya saja coca-cola. Coca-cola adalah merk paling terkenal di dunia. Bahkan, produk ini memiliki nilai merk sebesar 77,8 dolar pada tahun 2012.

Sebenarnya apa sih pemerkan (branding) itu? Pemerkan adalah proses menggunakan simbol untuk mempublikasikan kualitas suatu produk yang dibuat oleh produsen tertentu. Sperti Coca-Cola, logo bintang khas Mercedes, atau dua busur emas pada McDonald’s. Merk-merk ini dengan mudah bisa diingat oleh para konsumen. Merk dirancang untuk menandai keseragaman kualitas. Pelanggan yang mencoba dan menyukai suatu produk, bisa kembali menggunakan produk dengan mengingat nama atau logonya.

Hampir setiap produk memiliki merk untuk mempermudah konsumen mengingat nama produk yang diciptakan. Adapun jenis-jenis pada merk, yaitu Merk Nasional (national brand) merk nasional adalah produk bermerk yang dihasilkan oleh produsen atau distributor, didistribusikan secara nasional di bawah nama merk, dan mengusung nama produsen yang bersangkutan. Jenis yang kedua adalah Merk Lisensi, merk lisensi adalah produk bermerk yang hak paten namanya telah dibeli penjual dari organisasi tertentu atau individu. Sebagai contoh logo Harley Davidson yang terkenal, dipasang di sepatu bot, kacamata, sarung tangan, tas kecil, pematik api, dan jam tangan, menghasilkan lebih dari 300 juta Dolar di AS pertahun bagi produsen motor besar tersebut. Lisensi merk-merk tokoh terkenal seperti Tinker Bell, Mickey Mouse, dan tokoh-tokon Disney lainnya, juga mendapatkan pendapatan yang menggiurkan. Pemasar memberdayakan merk karena daya tarik massalnya yang berasal dari citra dan status yang ingin didapatkan oleh pelanggan merka terhadap produk.

Jenis merk yang ketiga adalah merk pribadi. Merk pribadi adalah ketika pedagang grosir atau perusahaan individu mengembangkan suatu merk dan memiliki satu produsen untuk memasangkannya pada suatu produk. Hasilnya menjadi merk pribadi. Contoh dari merk pribadi misalnya store baju Erigo, atau toko-toko tas sudah memiliki brand nya sendiri.

Selain dari merk, produsen juga perlu memperhatikan packaging atau pengemasan untuk mengurangi resiko kerusakan, patah, dan menyulitkan pencurian atas produk-produk berukuran kecil. Suatu kemasan juga berfungsi untuk sebagai iklan yang menjadikan produk tersebut menarik, memamerkan nama merk, dan menyajikan nama merk yang bermanfaat, selain itu kemasan akan bertambah nilai gunanya jika bermanfaat bagi konsumen, contohnya dalam makanan ringan yang didalam kemasan nya tersedia klip zipper, hal ini menambah nilai guna kemasan produk.

Pengemasan harus menarik perhatian konsumen. Dengan pengemasan yang bagus para konsumen akan tertarik untuk membeli produk. Secara tidak langsung pengemasan yang bagus juga termasuk upaya promosi produk, karena diingat pada masa sekarang para remaja bahkan sampai orang yang berusia 25 tahun ke atas tidak bisa lepas dari media sosial. Dengan desain pengemasan yang bagus, dan nama brand yang unik, para konsumen kemungkinan banyak yang akan mengabadikan di sosial media mereka. Sehingga lebih banyak yang tahu dan ikut penasaran hingga akhinya membeli. Berbeda jika pengemasannya kurang menarik orang-orang yang membeli, juga akan lebih sedikit yang mengabadikan di sosial media. Malah, jika ada yang mengabadikan tapi orang-orang yang melihat tidak tertarik dengan pengemasan yang dinilai biasa saja. Produk juga akan sulit berkembang karena sedikit yang tertarik, karena tidak bisa dipungkiri bahwa setiap akan membeli produk dari mana saja kita pasti akan melihat kemasannya terlebih dahulu. Itulah mengapa pengemasan juga penting dalam membangun produk baru.

Sudah memiliki gambaran untuk merk dan pengemasan untuk produk baru mu? (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *