Bukan Hanya Modal yang Jadi Tumpuan Dalam Membangun Bisnis Kecil

by -
Ilustrasi

Oleh : Zellintia Permata Agnanda
(Mahasiswi asal Kota Malang, Jurusan Managemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang)

Ada pepatah Cina yang mengatakan, bahwa perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah. Hal ini juga berlaku bagi bisnis baru. Langkah pertama seseorang memulai bisnis adalah berani berkomitmen untuk menjadi pemilik bisnis. Dengan menyiapkan rencana bisnis, wirausahawan harus memilih usaha apa yang ingin dijalankan dan pasar tempat ia bersaing. Pemilihan ini tidak boleh hanya berpacu pada kondisi dan tren di tempat yang ingin dijadikan tempat usaha, tapi juga harus memikirkan minat konsumen dan kegunaan usaha yang akan diciptakan agar bermanfaat atau dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam jangka waktu yang lama.

Apa sebenarnya bisnis kecil itu? Small Business Administration (SBA) AS, badan pemerintahan yang membantu usaha kecil, menganggap sebagian perusahaan dengan 1500 karyawan sebagai bisnis berskala kecil, tetapi kriteria ini berlaku jika bisnis tersebut memiliki pendapat tahunan yang rendah.

Memulai usaha dari nol bisa membuat sebagian orang mencari kepuasan dari penciptaan gagasan bisnis dan membuatnya menjadi besar. Ide-ide yang diciptakan oleh wirausahawan baru untuk memulai bisnisnya mungkin saja bisa berkembang menjadi bisnis yang sukses dan menjadi tren. Tapi perlu di ingat bahwa wirausahawan harus memahami kondisi pasar dan tau siapa dan dimana pelanggan yang akan meminati bisnisnya berada, berapa unit produk atau jasa yang bisa ditawarkan, siapa pesaing dalam bisnis tersebut.

Apa setiap usaha harus dimulai dari nol? Tidak, contohnya saja Ray Kroc membeli McDonald’s sebagai perusahaan yang sudah ada kemudian mengembangkan McDonald’s dengan visi kewirausahaan dan kemampuan yang dimilikinya hingga kini McDonald’s sudah berubah menjadi bisnis besar dan sudah memiliki cabang diberbagai Negara.

Hal yang pertama kali harus dilakukan oleh calon wirausahawan untuk memulai usahanya adalah membuat rencana bisnis, yang menggambarkan strategi bisnis wirausahawan atas bisnis barunya dan memperlihatkan bagaimana rencana tersebut dijalankan. Lalu, untuk menjalankan rencana bisnis yang sudah ditentukan, wirausahawan harus menetapkan tujuan dan sasaran. Selain itu, juga melakukan peramalan perjualan. Setiap rencana bisnis harus didasarkan pada kemungkinan keberhasilan bisnis yang pada data dan riset yang kuat. Misalnya, wirausahawan tidak bisa meramalkan hasil yang akan didapat sebelum melakukan penelitian pada pasar yang akan dijadikan sasaran bisnis, wirausahawan harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap kondisi pasar pada saat itu, kelebihan dan kekurangan perusahaan lain, dan cara untuk bersaing dengan perusahaan lain.

Selain itu, wirausahawan harus memikirkan perencanaan keuangan, perencanaan keuangan di sini adalah rencana wirausahawan untuk mengubah seluruh kegiatan bisnis menjadi uang. Perencanaan ini biasanya mencangkup anggaran kas, laporan laba rugi, dan neraca. Anggaran kas biasanya membahas seberapa banyak dana yang dibutuhkan untuk membuka bisnis dan berapa dana yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis sebelum akhirnya mencetak laba.

Beberapa bisnis kecil yang mungkin bisa menguntungkan dan bertahan lama di antaranya, Jasa mengapa jasa bisa dibilang menguntungkan? Iya karena sebagian dari mereka tidak memerlukan banyak sumber daya dan tidak perlu banyak biaya untuk merintisnya. Contoh bisnis dalam bidang jasa adalah jasa desain, jasa permak jeans, jasa servis perangkat lunak, dll. Contoh bisnis kedua yang menjanjikan perdagangan grosir, pedagang grosir membeli produk dalam jumlah besar dari pabrik atau produsen lain dan menjualnya di lokasi yang sesuai untuk dijual ke konsumen. Menjadi pedagang grosir menjanjikan dapat dilihat sendiri sudah banyak pedangan-pedagang grosir yang sukses diberbagai daerah. Yang ketiga, Rumah Makan, setiap desa kecil saja sekarang sudah banyak sekali rumah makan yang menawarkan berbagai jenis makanan untuk membuat konsumen tertarik.

Meskipun ide dan usaha yang kita miliki sudah baik dan matang tapi hal itu akan menjadi sia-sia jika kita tidak memiliki dana untuk membiayai ide-ide cemerlang kita, lantas bagaimana mendapatkan modal awal untuk mulai berbisnis? Cara-cara yang paling umum untuk mendapat modal awal adalah keluarga, teman, dan tabungan pribadi. Tapi bagaimana jika kita tidak bisa mendapat dana jika hal-hal umum tersebut tidak bisa membantu? Mungkin kita bisa mencari investor untuk diajak bekerja sama dengan bisnis yang akan kita bangun.

Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa bisnis yang sudah dibangun akan mengalami kegagalan, beberapa hal yang menyebabkan kegagalan adalah pengolahan yang tidak kompeten atau kurangnya pengalaman, apabila manajer tidak tau cara membuat keputusan dasar bisnis atau memahami cara pengolahan bisnis yang baik maka kecil kemungkinannya usaha yang dia kelola akan bertahan dengan jangka panjang. Kurang memberi perhatian, sebagian dari wirausaha muda yang masih sibuk kuliah atau memiliki kegiatan lain akan membuat bisnis kecil di waktu senggang atau akan memberi lebih sedikit waktu mereka untuk bisnis kecil padahal membangun bisnis kecil juga memerlukan komitmen dan waktu yang besar dan kuat. Kurangnya modal, beberapa wirausahawan terlalu optimis akan mendapat laba dalam waktu yang cepat, padalah hal itu tidak menjamin, bahkan pakar di AS menyarankan bahwa wirausahawan harus memiliki modal yang cukup setidaknya dalam enam bulan sampai satu tahun pertama dalam membuka usaha. Contohnya saja, Amazon.com tidak memperoleh laba selama 10 tahun pertama ia membuka perusahaan padahal masih membutuhkan modal untuk membayar gaji karyawan dan menutup biaya yang lain-lain.

Tapi ada juga hal yang membuat sebuah usaha menjadi berhasil, diantaranya kerja keras, dorongan, dan dedikasi, para pemilik bisnis kecil harus berkomitmen dan mengerahkan banyak waktu dan tenaga untuk keberhasilan usahanya. Permintaan pasar atas produk atau jasa yang disediakan, analisis yang baik oleh pemilik bisnis kecil terhadap kondisi pasar bisa membaut bisnis yang dikelola berkembang dalam jangka yang panjang.

Sudah punya gambaran bisnis apa yang akan kamu ciptakan di tahun depan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *