Buron Setahun Lebih, Pelaku Pencurian Mobil Pick-up di Mojokerto Didor Polisi

by -
Pelaku pencurian mobil Sugiono, tersangka pencurian mobil pick-up saat diamankan petugas di Polres Mojokerto Kota.

MOJOKERTO, urgensi.com – Lama jadi buron, Sugiono alias Cak No (46) warga Jalan Simo Gunung Kramat Timur Gang IV A, Surabaya, akhirnya ditangkap petugas Satreskrim Polres Mojokerto Kota, di rumahnya, Kamis (31/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tak hanya itu, polisi juga menghadiahi timah panas pada kiri pelaku pencurian mobil L300 ini. Sebab, saat disergap, Sugiono menyerang polisi dan berusaha kabur.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Ade Warokka mengatakan, tersangka Sugiono merupakan residivis yang sudah 4 kali keluar masuk penjara. Dia bersama komplotannya diburu, setelah teridentifikasi mencuri mobil pick-up L300 jenis Tatik (59) warga Jalan Kedungkwalu XI, Meji, Prajurit Kulon, Mojokerto Kota, pada 13 Nopember 2017 lalu.

“Saat itu, tersangka Sugiono melakukan pencurian dua mobil pick-up L300 sekaligus, bersama tiga rekannya. Setelah teridentifikasi, saat itu juga, yakni Nopember 2017, para pelaku ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang),” terang AKP Ade Warokka, Minggu (3/2/2019).

Dalam menjalankan aksinya, terang Kasat, Sugiono beraksi bersama tiga rekannya yaitu Gama Wardono, Pepen dan Dimas Andi. Namun, Dimas Andi diketahui sudah meninggal, karena dimassa saat melakukan kejahatan di Malang.

“Dalam pengembangan, ternyata Sugiono beraksi dengan tiga pelaku lain. Dua diantaranya yaitu Gama dan Pepen yang sudah ditangkap di Surabaya. Sedangkan pelaku Dimas tercatat sudah meninggal karena dimassa,” ungkapnya.

Kasat menjelaskan, dalam pengejaranmya, awalnya polisi mendeteksi Sugiono berada di Jombang, pada Selasa (29/1/2019) lalu. Saat diburu ke Jombang, Sugiono berhasil lolos. Tersangka ternyata sudah kabur ke Semarang Jawa Tengah. Namun, tersangka berada di Semarang hanya sebentar. Tersangka kemudian balik ke Surabaya.

Nah, saat tersangka terendus berada di Surabaya itulah, polisi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meringkus Sugiono di Jalan Sukomanunggal. Namun, polisi melumpuhkan tersangka dengan tembakan, karena tersangka Sugiono menyerang dan berusaha kabur.

“Tersangka Sugiono terpaksa kami tembak pada bagian kakinya. Sebab dirinya melawan petugas dan berusaha kabur saat diringkus,” tandas AKP Ade.

Dari catatan kepolisian, Sugiono sudah 4 kali keluar masuk penjara. Diantaranya, pada tahun 1996 dihukum 8 bulan penjara oleh pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Kemudian tahun 1998 dihukum 10 bulan oleh PN Sidoarjo dalam perkara pemerasan. Tahun 2003 divonis selama 1 tahun 6 bulan oleh PN Surabaya dalam perkara pencurian dengan kekerasan, serta tahun 2015 divonis 1 tahun 3 bulan oleh PN Surabaya dalam perkara pencurian motor.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita pakaian tersangka, serta 1 unit motor Yamaha Xeon L 6990 XT yang digunakan tersangka sebagai sarana saat melakukan aksi kejahatannya.

“Pakaian yang kami sita, merupakan pakaian yang dipakainya saat beraksi. Pakaian itu sama persis dengan rekaman CCTV di TKP pencurian yang berhasil merekam aksinya,” pungkas Ade Warokka. (jn/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *