Dari 6 Pengedar, Polres Kediri Sita 32.490 Pil Doubel L dan 20,78 gram Sabu-sabu

by -
Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal Saiful Faton, saat merilis 6 pengedar beserta barang buktinya, di Mapolres Kediri.

KEDIRI, urgensi.com – Enam jaringan pengedar narkoba jenis Sabu-sabu dan pil doubel L, berhasil dibongkar Satresnarkoba Polres Kediri, Jawa Timur. Dari enam pelaku, tiga diantaranya jaringan pengedar narkoba jenis pil doubel L, dan 3 lainnya pengedar Sabu-sabu.

“Keenam tersangka, saat ini masih dalam penyelidikan dan kita lakukan pengembangan,” kata AKBP Roni Faisal Saiful Faton, Kapolres Kediri, dalam konferensi pers di Mapolres Kediri, Senin (19/11/2018).

Penangkapan ketiga pengedar narkoba jenis pil doubel L, berawal dari penangkapan AR (17) warga Desa Jagung, Kecamatan Pagu. Dar tersangka, petugas mengamankan barang bukti 500 pil doubel l dan 1 ponsel.

Dari hasil penyelidikan, muncul dua nama lain yang merupakan jaringan AR. Dari situ, polisi akhirnya, membekuk PW (23) warga Dusun Ngatup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, dengan barang bukti 990 butir pil dobel, 1 ponsel, dan TS (24) warga Dusun Santren, Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul dengan barang bukti 31.000 butir pil dobel l serta 1 ponsel.

Sementara itu, penangkapan jaringan Sabu-sabu, berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan adanya peredaran narkoba. Dari penyelidikan itu, Tim Buser Satresnarkoba akhirnya berhasil mengamankan WN (55) warga Dusun Katang Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem.

Dari tangan Winarno petugas berhasil mengamankan 6 plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat total 1,97 gram, dan alat hisap berupa bong, korek api serta 1 ponsel.

Petugas kemudian melakukan pengembangan. Hingga petugas berhasil mengamankan YA (39) warga Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, dengan barang bukti 0,30 gram sabu-sabu dan 1 ponsel.

Kemudian petugas mengamankan lagi, ST (39) warga Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kediri, dengan barang bukti 18,49 gram sabu-sabu, alat hisap dan 1 ponsel.

“Total berat barang bukti dari ketiga tersangka ini yaitu 20,78 gram Sabu-sabu. Ketiga tersangka ini merupakan satu jaringan,” jelas AKBP Roni Faisal.

Akibat dari perbuatannya, para tersangka yang terlibat kasus narkotika jenis sabu-sabu terjerat Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman paling singkat 4 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

“Sementara itu, para tersangka kasus narkoba jenis pil doubel L, kita jerat dengan Pasal 197 Sub Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara,” pungkas Kapolres Roni Faisal. (nas/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *