Datang ke Kota Probolinggo, Gubernur Khofifah Disambut Demo Emak-emak

by -
Emak-emak istri nelayan menggelar demo di jalan pintu masuk Pelabuhan Pantai Mayangan, saat Gubernur Jatim berkunjung ke PPM. (FOTO: MO)

PROBOLINGGO, urgensi.com – Kedatangan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ke Pantai Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo, pada Minggu (28/7/2019) disambut demo. Aksi damai tersebut, dilakukan emak-emak istri nelayan Kapal Cantrang, di jalan pintu masuk PPM.

Dalam aksinya, mereka meminta kejelasan soal Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang tidak keluar hingga satu tahun. Padahal, menurutnya, di Semarang Jawa Tengah, surat yang sama sudah lama keluar. Sedang di Kota Probolinggo, sudah hampir satu tahun, tidak keluar.

Akibatnya, sekitar 88 nelayan kapal cantrang dibawah 30 GT, tidak bisa melaut. Dengan demikian, suami para pendemo tidak berani mencari ikan, khawatir ditangkap petugas di tengah laut.

“Ya karena tidak melaut, nggak dapat penghasilan. Kami minta ke Bu Khofifah, segera mengeluarkan Sipi suami saya,” pinta Munifah, salah seorang istri nelayan.

Ia dan emak-emak yang lain mengaku heran, mengapa Sipi kapal suaminya tidak keluar. Padahal, surat yang sama di Semarang Jawa Tengah, sudah keluar. Sehingga nelayan di sana bisa melaut.

“Apa bedanya dengan kami. Kok di Semarang sudah keluar. Tolong jelaskan ke kami. Jangan digantung seperti ini. Pastilah, kalau nggak melaut, suami tidak dapat penghasilan. Jangan biarkan kami miskin,” tandasnya.

Aksi demo dijaga ketat kepolisian Resort Probolinggo Kota. Petugas tidak ingin, perjalanan rombongan Gubernur yang akan menghadiri acara Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, macet. Sehingga, acara menjadi molor. Beruntung, ema-emak yang berdemo tidak sampai menutup akses jalan ke PPM.

Koordinator Nelayan Kota Probolinggo, Zainul Fatoni mengatakan, aksi para istri nelayan, spontanitas tanpa direncanakan sebelumnya. Ia datang bersama nelayan yang lain ke lokasi aksi, hanya untuk memantau, agar demo tidak mengganggu kegiatan gubernur.

“Spontanitas. Kami sebagai suami, tidak menyuruh mereka,” tandasnya.

Dimungkinkan, istri nelayang melakukan demo, agar aspirasi mereka langsung diperhatikan oleh Gubernur. Mengingat, sudah lama suami mereka tidak melaut, sehingga tidak memiliki penghasilan. Pria yang biasa dipanggil Zen tersebut, membenarkan kalau Sipi hingga kini belum keluar.

“Sipi tahun ini belum keluar. Nggak tahu kenapa,” katanya.

Dampaknya, nelayan tidak bisa melaut, akibat tidak bisa membeli solar. Menurutnya, Sipi tidak hanya surat izin menangkap ikan, tetapi Sipi salah satu syarat membeli solar. Alasannya, takut ditangkap petugas, kalau melaut tanpa membawa Sipi. Selain itu, juga sebagai persyaratan saat membeli solar.

“Mau melaut gimana, lha kami tidak bisa membeli solar. Nelayan, kalau beli solar harus menunjukkan Sipi,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya sudah 2 kali mengikuti rapat dengan Menko Kemaritiman membicarakan soal Sipi Kapal Cantrang. Rapat itu juga diikuti Kementrian Kelautan dan Perikanan serta Menteri Perhubungan, membahas soal Sipi dan dokumen kapal lainnya.

“Saya sudah dua kali ikut rapat. Saya juga sudah bersurat ke pemerintah pusat bersama Gubernur Jawa Tengah,” jelasnya.

Kendati begitu, Gubernur Khofifah belum bisa menjawab permintaan nelayan soal Sipi, lantaran belum ada jawaban dari pusat. Ini juga, karena masih ada kebijakan yang harus diurai sebelum Sipi diterbitkan. Khofifah menambahkan, legalitas kapal cantrang tidak hanya Sipi, tetapi menyangkut juga sertifikasi kapal yang digunakan.

“Butuh waktu. Karena petugas pengukur kapal terbatas. Di daerah tidak ada,” tambahnya.

Disinggung Sipi nelayan cantrang di Jawa Tengah yang sudah keluar, menurut Khofifah izin tersebut untuk kapal cantrang berkapasitas dibawah 25 GT. Sementara kapal nelayan Cantrang Kota Probolinggo 30 GT.

“Yang di Jawa Tengah itu, kapal yang berbobot 25 GT ke bawah yang keluar Sipi-nya,” pungkasnya. (mo/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *