Diduga Ilegal, Aktivitas Galian C di Genukwatu Jombang, Resahkan Warga

by -
Tampak, 2 excavator menggali di lokasi, yang berada di antara Dusun Dayangan dengan Desa Banggle, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (FOTO: NAS)

JOMBANG, urgensi.com – Aktivitas penambangan di Dusun Dayangan, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, membuat gerah sejumlah warga di kawasan setempat. Pasalnya, galian C yang menggunakan alat berat tersebut, diduga tidak mengantongi ijin.

Pantauan di lokasi, Senin (19/11/2018) pagi, tampak dua excavator sedang melakukan penambangan pasir di area persawahan, antara Dusun Dayangan dengan Dusun Banggle, desa setempat. Di lokasi tersebut, juga berjejer dump truk yang siap mengangkut hasil dari galian.

Menurut warga sekitar, aktivitas galian C tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ini bisa terlihat pada kedalaman tanah yang digali sudah cukup dalam. Dirinya khawatir, kegiatan penambangan tersebut bakal merusak lingkungan sekitar. Termasuk, akses jalan di desa setempat, yang terus dilewati truk bertonase berat.

“Itu sudah berjalan lama, sekitar 1,5 bulan yang lalu. Kami hanya khawatir, penambangan itu akan merusak lingkungan, serta jalan di desa ini,” kata pria yang menolak namanya dicantumkan di media.

Selain itu, lanjutnya, aktivitas galian C di lokasi tersebut diduga tak mengantongi ijin. Sebab, menurutnya, dirinya tidak mendapati legalitas yang terpasang di lokasi penambangan.

“Jika pun ada, paling-paling itu ijin perusahaannya. Tapi, tidak sesuai dengan lokasi koordinat galian. Karena di WIUP (wilayah ijin usaha pertambangan,red), titik koordinaat lokasi galian itu sudah ditentukan,” paparnya.

Meski berlangsung cukup lama, lanjutnya, hingga saat ini tidak ada upaya penindakan dari aparat penegak hukum. Karenanya, dirinya juga meminta, agar pihak penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait hal ini.

“Ya, penambangan ini terkesan dibiarkan. Ketimbang bakal merusak lingkungan, kami meminta agar pihak terkait turun ke lokasi dan menindaknya,” pungkasnya. (nas/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *