Diduga Tak Sesuai Spektek, Bangunan Irigasi Belum Setahun Sudah Retak-retak

by
Belum genap berusia setahun, bangunan irigasi yang berada di Desa Plemahan, Kabupaten Kediri, sudah retak-retak. (FOTO: CAHYO)

KEDIRI, urgensi.com – Belum genap berusia setehun sejak selesai dibangun, bangunan irigasi saluran air yang berlokasi di utara pertigaan Desa Plemahan arah menuju Kunjang, tepanya timur jalan di Desa/Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, sudah mengalami banyak retak.

Diduga, bangunan irigasi saluran air ini dibangun tidak sesuai speakfikasi teknis (Spektek). Sehingga, pada bagian tengah bangunan irigasi tersebut, mengalami retak-retak hampir sepanjang bangunan.

Beberapa warga sekitar irigasi, saat dikonfirmasi urgensi.com, membenarkan bangunan irigasi tersebut dibangun sekitar setahun yang lalu.

“Sekitar setahun yang lalu irigasi itu dibangun,” kata ibu pemilik warung kopi sekitar lokasi.

Saluran irigasi yang memiliki panjang sekitar 30 meter tersebut, tanpa prasasti. Jadi, siapapun tidak mengetahui berapa anggaran yang digunakan untuk membangun irigasi tersebut.

Kepala Desa Plemahan, Sujiati, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, mengatakan, bahwa bangunan irigasi tersebut bukan dari dana desa (DD).

“Itu (bangunan irigasi) bukan kita yang membangun, itu bangunan PU (Dinas Pekerjaan Umum),” tutupnya melalui pesan singkat. (cahyo/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *