Diviralkan Memeras Kades Randegansari via Grup WA, Aktifis LSM FPSR Lapor Polisi

by -
Postingan di Grup WA Wartawan Indonesia, bernada menyudutkan Aris, Aktifis LSM FPSR (kiri). Bukti laporan dirinya ke Polres Gresik, lantaran dirinya tak terima namanya baiknya dicemarkan. (FOTO: IRW)

GRESIK, urgensi.com – Tak terima nama baiknya diviralkan “Memeras Kepala Desa Randegan Sari Driyorejo” melalui salah satu grup WhatsApp (WA), Aris Gunawan, aktifis LSM FPSR (Front Pembela Suara Rakyat), akhirnya melapor ke Polres Gresik, Kamis (31/1/2019).

Dalam percakapana di grup WA Komunitas Wartawan Indonesia, terdapat postingan foto Aris Gunawan yang sedang memakai jaket warna merah kombinasi hitam. Foto Aris tersebut diposting oleh nomor yang diketahui milik Teguh Pamuji, salah satu wartawan media online yang beralamat di Jalan Klakahrejo Gg 2B No 11, Surabaya.

Pada foto tersebut, juga terdapat caption “Tlg d sebarkan org ini telah memeras Kepala Desa Randegan sari Driyorejo dia mengaku dari LSM FPSR apa betul”.

Karuan saja, selang satu detik postingan tersebut muncul, ada postingan yang membenarkan jika foto tersebut adalah Aris. “Ya… dia Aris,” tulis komentar salah satu nomor yang berada di dalam grup WA tersebut.

Tak lama berselang, postingan terkesan menyudutkan aktifis LSM FPSR itu, langsung viral dan menjadi bahan perbincangan di kalangan insan pers. Hingga akhirnya, postingan tersebut diketahui oleh Aris.

Mengetahui hal ini, Aris naik pitam dan mengklarifikasi tersebarnya postingan dari oknum wartawan yang tidak bertanggung jawab ini.

“Jujur, saya nggak kenal dengan wartawan yang bernama Teguh Pamuji ini. Bertemu saja, belum pernah, apa lagi kenal. Lantas tahu dari mana kalau saya memeras pak Anggi (Kades Randegansari) terkait dugaan penyelewengan anggaran proyek PDAM,” tandasnya, saat dikonfirmasi sejumlah awak media di kantornya.

Aris mengaku, dirinya telah difitnah dan merasa diusik ketenangannya. Pasalnya, dirinya mengaku hal tersebut tidak pernah dia lakukan.

“Yang jelas, saya difitnah. Semua rekan-rekan seprofesi juga tahu, kalau kita adalah pejuang aspirasi rakyat. Kita belum pernah menakut-nakuti instansi manapun, apalagi melakukan tindak pemerasan. Karenanya, saya sudah laporkan ke Polres Gresik hari ini,” tandasnya sambil menunjukkan bukti tanda terima surat laporan dengan nomor 102/lp/Lsm Fpsr/1/2019.

Terpisah, Kepala Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Anggit mengaku kaget dengan adanya postingan di grup WA tersebut. Kades Anggit mengaku baru dengar hal tersebut, setelah dirinya di chat pribadi oleh Aris.

“Saya baru dengar kasus ini setelah Aris japri saya. Lha wong mas Aris itu tidak pernah ke kantor, terus merese kapan?. Dan kepada oknum wartawan yang menyebarkan berita bohong ini saya nggak kenal. Saya baru dapat nomor WA oknum wartawan ini tadi siang. Itupun dikirimi mas Aris. Intinya berita ini tidak benar alias hoax mas. Saya juga tidak mau disangkut pautkan di dalamnya,” pungkasnya. (irw/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *