Gasak Tas Milik Guru SMA di Balongpanggang, Sales Bolpoint Diciduk Polisi

by
Tersangka dan barang buktinya, saat diamankan di Mapolsek Balongpanggang, Gresik.

GRESIK, urgensi.com – DR (49) , warga asal Banyuurip Wetan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, harus mendekam dibalik jeruji Mapolsek Balongpanggang, Gresik. Setelah dirinya diringkus petugas, berdasarkan laporan pada Jumat (26/10/2018), dari salah satu guru SMA, yang menjadi korban pencurian.

Kapolsek Balongpanggang, AKP Tulus mengatakan, saat itu, tersangka yang merupakan sales bolpoint, datang ke SMA yang berada di Balongpanggang, untuk menawarkan barang dagangannya. Namun, niat jahat tersangka muncul, saat melihat tas milik Siti Lailatul M, yang tertinggal di sepeda motornya.

“Saat itu, tas korban tertinggal di sepeda motor. Sementara korban, berada di ruang kelas sedang mengajar,” kata AKP Tulus.

Korban baru ingat jika tasnya tertinggal usai mengajar. Ia pun bergegas mengambil tas miliknya yang tertinggal itu. Namun, saat korban sampai di sepeda motornya, tasnya didapati sudah tidak ada di tempat.

“Dari situ, korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Balongpanggang. Dari laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan,” sambung Kapolsek.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamati rekaman kamera CCTV yang terpasang di lingkungan sekolah. Dari rekaman CCTV itu, kemudian diketahui oleh salah satu guru, jika tersangka adalah sales bolpoint koperasi sekolah.

Setelah berhasil mengantongi identitas tersangka, polisi pun melakukan pengejaran. Dan sekitar pukul 22.15 WIB, polisi menggrebek rumah tersangka yang berada di Perumahan Mutiara Apsari, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

“Dari penggerebekan itu, kita berhasil mengamankan tersangka DR dan barang buktinya. Tersangka kemudian kita bawa ke Mapolsek,” ungkap AKP Tulus.

Kapolsek merinci, barang bukti tersebut berupa tas ransel warna hitam merk Alive berisi 1 buah Notebook warna merah ukuran 10 inch, 1 buah dompet warna merah maron berisi 1 buah ATM Bank BRI atas nama Siti Lailatul M, E-KTP, SIM C, STNK atas nama pelapor dan uang sebesar uang sebesar Rp 420 ribu yang tersisa Rp 220 ribu, tas warna pink berisikan alat mandi dan kecantikan, buku tes CPNS dan 1 buah kartu PGRI atas nama pelapor.

“Kita juga menyita kendaraan tersangka yaitu sepeda motor Yamaha Mio warna biru Nopol AG 23XX DR, 1 lembar STNK, Helm warna putih yang digunakan tersangka. Selanjutnya, tersangka dijerat pasa 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” pungkas AKP Tulus. (irw/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *