Heboh, Sumur milik Warga Mojokerto Keluarkan Minyak Mirip Bahan Bakar

by
Sumur milik salah satu warga di Dusun Panjer, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, yang mengeluarkan bau menyengat dan minyak mirip bahan bakar.

MOJOKERTO, urgensi.com – Sejumlah sumur warga di Dusun Panjer, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendadak jadi perbincangan. Pasalnya, air sumur milik Isti Mesriawan (45), salah satu warga setempat, mengeluarkan minyak dan menimbulkan bau menyengat mirip bahan bakar.

Isti mengaku, selama enam bulan terakhir, dirinya menggunakan air dari PDAM. Karena sumur miliknya tercemar limbah berupa minyak berbau menyengat mirip bahan bakar. Namun, empat hari terakhir, bau bertambah menyengat dari sumur yang berada tepat di belakang rumahnya itu,

“Empat hari ini baunya cukup menyengat,” ungkapnya, Selasa (16/10/2018).

Warga yang mendengar kabar tersebut, lanjut Isti, langsung berdatangan ke rumahnya dan mengambil air dari dalam sumur. Warga pun mengambil air dari sumur milik Isti untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

Meski begitu, Isti mengaku tidak tahu apa penyebab sumur miliknya dan beberapa warga yang lain berubah.

“Jarak rumah dengan sebuah SPBU kurang lebih berjarak 200 meter. Apa ini dari SPBU atau bukan, kita tidak tahu. Yang jelas sejak empat hari lalu baunya cukup menyengat seperti bahan bakar. Airnya diambil warga untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, dan ternyata bisa,” katanya.

Dari laporan warga, polisi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto langsung mendatangi lokasi, untuk diambil sampel. Pihak kepolisian juga memasang garis polisi di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Sholikin Fery mengatakan, setelah mendapat laporan warga melalui Polsek Pungging, terkait adanya sumur warga yang diduga terdapat kandungan minyak berupa bensin langsung terjun ke lokasi.

Menurutnya, ada lima sumur milik warga yang mengeluarkan minyak dan bau menyengat dan dilakukan pengecekan oleh petugas. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengambilan lima sampel air dari rumah warga untuk dilakukan uji laboratorium.

“Kami ajak DLH untuk mengambil sampel, untuk uji lab. Apakah betul ada kandungan minyak atau bahan-bahan yang lain. Nanti baru kita telusuri darimana asalnya itu,” katanya, Selasa (16/10/2018).

Sementara Kabid Penataan Lingkungan Hidup, DLH Kabupaten Mojokerto, M Aminudin mengatakan, pihaknya turun untuk mengambil sampel air di lokasi karena ada pengaduan terkait dugaan pencemaran sumber air berminyak.

“Sementara hanya berminyak dan berbau. Sementara ini tercemar minyak. Nanti hasil uji lab yang bisa menentukan,” tuturnya.

Untuk hasil uji laboratorium, lanjutnya, baru akan diketahui dua minggu lagi. Setelah diketahui hasil laboratorium, maka pihaknya baru bisa menyimpulkan. (bej/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *