Jadi Tersangka, Konsultan Proyek Tempat Sampah, Ditahan Kejari Sidoarjo

by -

SIDOARJO, urgensi.com – Konsultan pengawas dalam proyek, Ari Lukmanul Hakim, warga Surabaya yang bertindak sebagai konsultan pengawas dalam proyek pembangunan TPST (tempat pembuangan sampah terpadu), juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/11/2018).

Selain ditetapkan sebagai tersangka, Ari kemudian ditahan usai menjalani serangkaian pemeriksaan penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Sidoarjo.

“Status Ari sudah tersangka, bersamaan dengan tersangka lainnya. Setelah pemeriksaan, kami putuskan untuk dikakukan penahanan,” kata Adi Harsanto, Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo.

Menurut Adi Harsanto, tersangka Ari, dianggap bertanggung jawab dalam perkara tersebut. Karena dia sebagai konsultan pengawas yang bertugas mengeluarkan rekomendasi proyek selesai atau tidak. Dalam kenyataannya, ada keterlambatan. Selain itu, spesifikasi yang tidak sesuai, namun tetap diloloskan.

Dikatakannya, Pasal yang dijeratkan kepada Ari Lukmanul Hakim, sama dengan dua tersangka sebelumnya. “Ari telah melanggar Pasal 2 ayat 1 jo 18, dan pasal 3 ayat 1 jo 18 Undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, serta pasal 55 ayat 1 KUHP,” rinci Adi.

Sebelumnya, dalam kasus ini, Kejari sudah menetapkan dua tersangka dan kemudian keduanya ditahan. Keduanya yakni Abdul Manan, kontraktor pelaksana proyek dan Nur Ahmad, PNS di Dinas Lingkungan Hidup yang bertindak sebaga Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Proyek TPST Pasar Larangan, Pasar Taman, dan Pasar Krian di Sidoarjo.

Proyek tersebut berlangsung pada tahun 2017 dengan nilai anggaran APBD sebesar Rp 586.856.000. Seharusnya, tuntas di tahun 2017, namun tidak sampai tuntas dan malah dilanjutkan pada tahun 2018.

Tak hanya pekerjaannya yang molor, hasil dari proyek juga diketahui amburadul. Sejumlah TPST yang dikerjakan tersebut, beberapa itemnya diketahui tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan. (bej/tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *