Kemiskinan Dalam Mata Hukum Indonesia

by -
Ilustrasi

Oleh: Fedika Lutfia Puspaningrum
(Mahasiswa Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang)

Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana kurangnya sumber daya kehidupan dalam berbagai aspek. Aspek tersebut adalah sosial, budaya, ekonomi.

Dalam aspek sosial yang disebutkan adalah kemiskinan moral. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Dengan kata lain, dia tidak bisa hidup sendiri. Nah, kemiskinan moral tersebut maksudnya adalah miskinnya norma dan moral yang hidup dalam diri manusia itu. Pengertian moral sendiri adalah perbuatan atau ajaran yang menyangkut budi pekerti dan etika manusia. Contohnya dia kurang bisa menghargai pendapat orang lain.

Aspek berikutnya adalah aspek budaya. Budaya adalah unsur dari suatu kelompok yang diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dimaksudkan kemiskinan budaya disini adalah berkurangnya kesadaran para generasi muda akan pentingnya nilai kebudayaan para leluhur. Saat ini, para pemuda sudah melupakan nilai-nilai sakral yang sejak zaman dahulu sudah dibudayakan.

Tidak bermaksud untuk syirik, tetapi lebih ke melestarikan apa yang dibawa oleh para nenek moyang. Lebih ke membudayakan agar tidak lupa. Banyak benda purbakala yang saat ini dibawa ke luar negeri oleh para kolektor. Baik itu dicuri maupun dibeli dengan harga yang menggiurkan. Karena para generasi muda tak banyak memperhatikan nilai luhur pada zaman dahulu.

Yang terakhir adalah aspek ekonomi. Kemiskinan ekonomi paling banyak merajalela di Indonesia. Lebih dari separuh masyarakat Indonesia mengalami kemiskinan ekonomi. Aspek ini disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah kurangnya Sumber Daya Manusia dan berakibat pengangguran bagi masyarakat usia produktif yang seharusnya aktif bekerja menghidupi keluarga atau diri mereka sendiri. Faktor eksternalnya seperti kurangnya lapangan pekerjaan dan akses yang terbatas.

Di Indonesia, laju pertumbuhan penduduk sangatlah tidak terkontrol. Banyak daerah-daerah yang kurang terkontrol masyarakatnya, karena tidak memperhatikan atau kurangnya perhatian terhadap program pemerintah. Masyarakat banyak yang tidak menjalankan program KB. Maka dari itu, tidak heran jika banyak warga yang menganggur dengan anak lebih dari dua. Dikarenakan mereka sendiri tidak mengontrol fertilitas mereka. Lalu jika hal itu sudah terjadi, maka akan didapat kurangnya lapangan pekerjaan. Maka akan timbullah kemiskinan sudah. Karena jumlah manusia dan lapangan pekerjaan tidaklah seimbang.

Kurangnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor kemiskinan bersarang di Indonesia. Ketika jumlah pengangguran lebih banyak daripada lapangan pekerjaan yang berdiri disitulah dapat ditemui kemiskinan. Faktor dari pemerintah karena kurangnya perhatian untuk membangun lapangan pekerjaan bisa jadi faktor penyebab kemiskinan. Juga lemahnya sumber daya manusia bisa menjadi faktor penting karena jika sumber daya manusia terpenuhi mereka bisa membantu pemerintah membuka atau mendirikan lapangan pekerjaan untuk para pengangguran.

Sumber daya manusia menjadi hal penting dalam berlangsungnya kehidupan untuk mencapai Indonesia yang sejahtera aman dan sentosa. Jika banyak masyarakat yang berpendidikan rendah, maka tingkat pengangguran akan naik dan tingkat kemiskinan akan naik juga. Karena dengan pendidikan masyarakat bisa paham bagaimana cara untuk mendapatkan dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat dalam bernegara.

Faktor bencana alam juga dapat menyebabkan kemiskinan. Salah satunya banjir. Penyebab utama banjir adalah sungai yang alirannya tersumbat oleh sampah. Kebiasaan buruk masyarakat Indonesia adalah membuang sampah ke sungai. Tetapi jika bencana alam terjadi mereka menyalahkan Allah SWT. Sesungguhnya bencana banjir tidak akan terjadi jika mereka tidak membuang sampah sembarangan. Setelah bencana banjir terjadi, para petani akan mengalami kerugian secara besar- besaran karena hasil tani mereka rusak oleh banjir.

Posisi daerah paling utama diisi oleh Provinsi Jawa Timur. Sekitar 4.775.000 masyarakat berpenghasian rendah. Jawa Timur berada di urutan teratas daerah yang memiiki penduduk miskin terbanyak di Indonesia. Lebih dari 3,2 juta di antaranya berada di perdesaan. Sementara 1,5 juta tersebar di kota-kota besar. Batas penghasilan bulanan untuk sebuah keluarga miskin di Jawa Timur berkisar di angka Rp318.000.

Yang dapat kita lakukan sebagai warga negara yang baik adalah membantu pemerintah mempersempit angka kemiskinan di Indonesia. Langkah kecil yang kita lakukan dapat mengubah nasib segelintir orang yang tengah diujung tanduk. Contohnya, dengan menghidupkan kembali Balai Latihan Kerja. BLK atau Balai Latihan Kerja sangat berperan penting untuk masyarakat yang mempunyai kurangnya Sumber Daya Manusia. Karena dapat membantu mereka memperoleh ilmu yang pada akhirnya bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan dapat digunakan untuk membuka lapangan pekerjaan dan dapat menolong pengangguran usia produktif.

Juga pemerintah dapat meningkatkan kesadaran dalam penggunaan fasilitas sanitasi yang lebih baik. Biaya yang diperlukan tidaklah terlalu tinggi. Penyediaan sanitasi harus diperbaiki. Aspek terpenting adalah membiayai investasi di bidang sanitasi yang akan terus meningkat. Pada akhirnya masayrakat miskin dapat menikmati fasilitas yang layak mereka dapatkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *