Loper Susu Ditemukan Tewas Membusuk dan Penuh Belatung di Mes Jongbiru Kediri

by -

KEDIRI, urgensi.com – Warga Kediri digemparkan dengan ditemukannya mayat dalam kondisi membusuk, di mes salah satu perusahaan pengolahan susu CV Karunia, yang berlokasi di Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, pada Rabu (9/01/2019), pukul 15.30 WIB.

Korban diketahui bernama Masyhudi (35) yang sehari-harinya bekerja sebagai loper Susu Karunia, warga asal Jalan Kunjang RT 14 RW 19 Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Diperkirakan, korban menghembuskan nafas terakhirnya 5 hari yang lalu. Namun, tidak diketahui oleh siapapun, hingga kondisinya membusuk. Diduga, korban sakit maag dan tensinya tinggi.

Jenazah korban ditemukan, berawal dari anak yang magang di perusahaan susu sapi Karunia, yang mencium bau busuk berasal dari dalam mes perusahaan tersebut. Mereka pun memberitahu bau menyengat tersebut ke Yudiono (60) tukang bangunan di perusahaan susu CV Karunia, warga Desa Jabon Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, yang saat itu bersama Sujoko (58) sang mandor.

Selanjutnya, Yudiono dan Sujoko berusaha mendobrak pintu mes. Betapa kagetnya mereka, saat melihat korban sudah dalam kondisi membusuk. Mereka pun kemudian kembali menutup pintu lagi, dan melaporkan ke pimpinan perusahaan. Kemudian, pihak perusahaan melaporkan ke Polsek Gampengrejo.

Tak lama berselang, Kapolsek Gampengrejo bersama anggotanya, dan Unit INAFIS Polres Kediri, dr Yoyok PKM Gampengrejo dan Ira Susanti Bidan Desa Jongbiru, tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya, korban diangkat dan dibawa ke RS Bhayangkara Kediri.

Menurut Kapolsek Gampengrejo, AKP Mukhlason kepada media ini mengatakan, mayat ditemukan oleh warga setempat dan diidentifikasi bernama Masyhudi warga, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dan berprofesi sebagai loper susu di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo.

Menurut Kapolsek, dari hasil pemeriksaan tim medis di lokasi kejadian, korban meninggal diatas kasur dan sudah penuh belatung. Selain itu, kondisi tubuh sudah membengkak. Diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 5 hari yang lalu.

“Tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Jasad korban ditemukan di dalam kamar korban dengan beberapa obat diantaranya obat maag. Kemudian, jenazah korban dikirim ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan Visum Et Repertum, mengingat tubuh korban sudah membusuk,” bebernya, Kamis (10/1/2019) pagi.

Ia menambahkan, dari penjelasan pihak perusahaan bahwa korban tidak masuk mulai tanggal 31 Desember 2018. “Informasi dari teman korban, bahwa korban sebelumnya sering mengeluh masuk angin dan pernah mengeluh pusing tensinya tinggi. Korban menempati mes tersebut sendirian,” ungkap AKP Mukhlason. (cahyo/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *