Manajemen Operasional Dalam Pembangunan Jalan

by -
Jalan lintas Desa Tanjung Mas, Kampar tak bisa dilintasi. (FOTO: REPRO)

Oleh : Widi Astuti Purnama Sari
(Mahasiswi Jurusan Managemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang, asal Mojokerto)

Jalan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting untuk kita yang melakukan aktivitas. Jalan adalah akses menuju tempat yang kita inginkan. Mengapa pembangunan infrastruktur sangat penting bagi negara dan bangsa ? Apakah negara kita di setiap daerah atau wilayah pembangunan infrastrukturnya sudah merata dan memadai ?

Infrastruktur, memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Keberadaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk saat ini, pembangunan di Indonesia kurang merata terutama di bagian pelosok desa yang terpencil.

Sebagai contoh akhir-akhir ini di Kabupaten Kampar, Riau terisolir dikarenakan jalan akses desa sepanjang lebih 40 km berlumpur dan rusak parah akibat hujan. Kondisi jalan yang rusak tersebut mematikan transportasi dalam artian tidak bisa dilewati oleh kendaraan.

Akibat dari Kerusakan Jalan di Riau
Menyebabkan inflasi (bahan pokok) karena kendaraan melintas di daerah tersebut akses jalannya terputus. Pendapatan masyarakat di daerah tersebut menurun dan kehilangan mata pencaharian, seperti pertanian sawah jadi berlumpur karena gagal panen misalnya karet dan sawit tidak bisa dijual.

Dampak Positif dan Negatif dari Pembangunan Jalan:

Dampak Positif
1. Kelancaran lalu lintas
Manfaat langsung dari pembangunan jalan adalah meningkatnya kelancaran arus lalu lintas atau angkutan barang dan orang khususnya dalam menghubungkan daerah satu kedaerah lainnya. Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas berarti lebih mengefisiensikan waktu dan biaya.

2. Merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian
Manfaat langsung ini sudah langsung terasa ketika pertama kali jalan dibuka. Diantaranya adalah tumbuhnya aktivitas perekonomian di sekitar jalan yang dibangun. Sebagai contoh adanya aktivitas PKL di pinggir jalan banyak masyarakat setempat yang mulai membuka warung.

3. Percepatan penyediaan infrastruktur
Sesuai fakta yaitu adanya peningkatan jumlah penduduk yang dibangun jalan. Maka akan diimbangi dengan penyediaan infrastruktur khususnya di daerah tempat pembangunan tersebut dalam rangka memfasilitasi kebutuhan penduduk.

Dampak Negatif
1. Jalan yang bagus, terkadang sering terjadi kecelakaan.
2. Dampak majunya suatu daerah akan berpengaruh pada Budaya lokal.

Kendala dan Solusi
1. Perencanaan
Seringkali dalam proses perencanaan pembangunan, tidak menghasilkan sebuah perencanaan yang baik, atau perencanaan yang tidak sesuai dengan tujuan pembanguanan masyarakat. Ini disebabkan krena belum memadainya kemampuan masyarakat pada umumnya dan aparat setempat pada khususnya dalam merencanakan pembangunan di daerahnya. Padahal sebenarnya jika direncanakan dengan baik potensi yang ada akan berkembang. Oleh karena itu, dalam proses perencanaan pembangunan masyarakat desa haruslah ditangani oleh orang yang berkompeten, baik dalam penguasaan lapangan maupun perenaaan, selain itu perlu adanya dampingan dari pemerintah dalam perencanaan pembangunan masyarakat di desa.

2. Pelaksanaan
Ada berbagai masalah dalam pelaksanaan pembangunan, diantaranya yaitu, ekonomi, lingkunagn fisik geografis, kebudayaan, SDM, dan sosial. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam proses pelaksanaan pembangunan masyarakat pedesaan maka perlu adanaya tenaga-tenaga yang berkompeten dan cekatan dalam pelasanaan, selain itu perlu juga peralatan yang siap di kondisi apapun, sehingga permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pembanguanan msyarakat desa dapat diatasi dengan baik.

3. Koordinasi
Biasanya permasalahan pembangunan terjadi karena kurang koordinasinya dari berbagai pihak sehingga terjadi kesalahan sasaran. Kendala koordinasi seperti ini yang dapat menghambat pembangunan suatu desa. Oleh karena itu peran koordinasi perlu ditingkatkan yaitu dengan cara setiap anggota masyarakat dan aparat pembangunan mempunyai persepsi yang sama dalam mewujudkan arah pembangunan. Perlu dipersiapkan aparat perencana pembangunan sehingga mampu mengantisipasi setiap perubahan yang datang baik dari keinginan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan nasional. Sehingga tidak terjadi salah koordinasi dan salah sasaran dalam perencanaan pembangunan di suatu desa.

4. Monitoring dan Evaluasi
Seringkali aspek monitoring dan evaluasi terhadap suatu program terabaikan.Misalnya dalam pembangunan jalan di desa yang membutuhkan dana yang cukup besar. Ketika kegiatan pembangunan jalan tersebut kurang monitoring maka akan menimbulkan penyelewengan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penyelewengan tersebut bukan hanya pada dana dari pembangunan tersebut tetapi juga dapat terjadi dari proses pembangunan jalan tersebut. Jika terjadi penyelewengan seperti itu kegiatan pembangunan pun akan terhambat dan tidak dapat berjalan maksimal. Oleh karena itu monitoring dan evaluasi perlu diperketat agar tidak menghambat kegiatan pembangunan desa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *