Manajemen Produksi Sebagai Jembatan Usaha

by -
Ilustrasi

Oleh : Leni Fitriani
(Mahasiswi Jurusan Manajemen Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang/UMM, asal Kota Malang)

Tahukah anda bagaimana perkembangan Home Industri saat ini? Jika dilihat hingga sekarang, home industri sudah mengalami perkembangan secara pesat dari waktu ke waktu. Dan itu, tentu juga telah membantu kegiatan manusia menjadi lebih maju dalam hal perekonomiannya. Seperti yang kita ketahui bahwa manajemen sangat penting dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam manajemen produksi. Dan jika ingin mengelola suatu perusahaan (organisasi), contoh sederhananya seperti home industri, selalu dibutuhkan suatu sistem manajemen, agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.

Sebelum memasuki pembahasan mengenai manajemen produksi, penulis terlebih dahulu menjelaskan konsep dasar manajemen. Kita ketahui bahwa dalam ilmu pengetahuan manajemen selalu berusaha secara sistematis agar dapat memahami bagaimana dan mengapa manusia harus bekerjasama agar dapat mencapai tujuan, dan membuat sebuah sistem kerjasama ini bisa bermanfaat bagi kepentingan kemanusiaan. Manajemen merupakan sebuah seni untuk tercapainya suatu hasil yang optimal dengan usaha yang standar.

Manajemen juga sebagai profesi, ialah suatu bidang pekerjaan atau kegiatan yang dikerjakan oleh banyak orang yang mempunyai keterampilan dan keahlian sebagai pemimpin, manajer atau leader pada sebuah perusahaan atau organisasi tertentu. Serta manajemen juga sebagai proses khas yang terdiri dari sebuah tindakan yang direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan dimana pada masing-masing bidang tersebut menggunakan ilmu penegetahuan dan skill yang diikuti secara urut dalam usaha untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditentukan.

Sedangkan definisi produksi adalah rangkaian proses yang dilakukan untuk mengubah bahan baku menjadi produk baru yang bernilai tambah tinggi. Produk baru dapat berupa produk barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen akhir atau produk antara yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi lainnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen produksi adalah penerapan manajemen untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefesien mungkin. Adapun fungsi manajemen produksi yaitu, Perencanaan (planing), Pengorganisasian (organizing), Pengarahan (directing), dan Pengontrolan (controling).

Perencanaan (planing) ini adalah keterkaitan dan pengorganisasian kegiatan produksi yang akan dilakukan dengan dasar waktu atau periode tertentu. Dengan perencanaan yang akan baik maka akan meminimalisir biaya produksi sehingga perusahaan bisa menentukan harga yang sehat dan meraih untung yang besar.

Pengorganisasian (organizing) adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap aktifitas,membagi pekerjaan kedalam setiap tugas yang spesifik , dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas.

Pengontrolan (controling) agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi,misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian.

Sesuai fungsi ditunjukan untuk meningkatkan kinerja produksi, yang terceermin dari peningkatan daya saing produk. Adapun pengendalian produksi yaitu untuk memastikan seluruh rangkai kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai targetnya.

Dalam manajemen produksi terdapat empat jenis sistem produksi yaitu:
a. Produksi untuk memenuhi permintaan spesifik (job-shop production). Pada sistem ini dihasilkan satu atau beberapa jenis produk namun dalam jumlah terbatas sesuai permintaan spesifik.
b. Produksi per periode waktu (batch production).
c. Produksi massal (mass production).
d. Produksi yang dilakukan secara terus-menerus (continuous proction).

Faktor produksi adalah seluruh sumber daya yang digunakan dalam proses produksi barang atau jasa. Secara umum dikelomkan empat macam faktor produksi: Tenaga kerja (labor), Modal (capital) termasuk sumber daya fisik, Kewirausahaan (enterpreneurship), dan Lingkungan.

Melihat pernyataan di atas maka manajemen produksi sendiri dapat dikatakan sebagai jembatan usaha seperti hadirnya home industri dimana hampir setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki home industri baik penjualannya masih dalam lingkup lokal, nasional maupun internasional. Maka dari itu manajemen produksi sangatlah penting, karena manajemen produksi merupakan kunci dari suksesnya suatu usaha dan dengan hadirnya home industri maka dapat membangun kemandirian dan kreativitas masyarakat, dan membantu perekonomian masyarakat.

Contoh beberapa usaha home industri yang sedang berkembang pesat di Indonesia diantaranya:
Cetak Sablon di berbagai bidang seperti kain, aluminium, fiber dsb.
Di usaha ini anda bisa bekerja sama dengan home industry lainnya untuk mendapatkan orderan print berbanding, labeling ataupun hiasan.
Membuat aneka souvenir pernikahan.
Souvenir pernikahan sangat luas pangsa pasarannya. Dan ide untuk mengembangkan bentuk souvenir ini sangat beragam. Meski harga satuannya relatif murah, tetapi pesanan suvenir ini tidak pernah sedikit.
Daur ulang office waste (limbah kantor berupa aneka kertas).
Melalui proses yang benar, limbah kantor berupa kertas dapat diolah kembali menjadi kertas kado, kertas printing, ataupun produk dekoratif.
Daur ulang factory waste (limbah pabrik berupa plastik atau sisa bahan kemasan).
Keuntungan bekerja sama dengan pabrik adalah bahwa kita akan mendapat bahan produksi yang seragam dan sewarna. Berbeda dengan kerja saama dengan pemulung dimana hasil yang didapat tidak dapat diprediksi.
Membuat aneka aksesoris menggunakan bahan organik.
Sudah banyak yang berhasil menyulap tumbuh-tumbuhan yang selama ini dipandang tidak berguna, menjadi produk yang populer sampai manca negara.
Memasarkan makanan khas setempat.
Jangan takut untuk mengeksplorasikannya dan membuat jenis pangan baru. Tidak ada salahnya untuk survei sampai ke penduduk asli dan melihat cara tradisional mereka dalam mengolah pangan tersebut. Selanjutnya anda bebas untuk mengembangkannya lagi.
Memasang payet.
Ini bisa menjadi lahan yang menjanjikan, apalagi industri fashion tradisional tengah naik daun. Ikutilah kursus-kursus dan lengkapilah dengan pengetahuan dan ide dari buku atau sumber manapun.

Dan masih banyak lagi usaha home industri lainnya, ide maupun macam home industri yang sudah berjalan maupun belum terjamah. Kembangkan daya kreatif dan imajinasi Anda. Libatkan penduduk setempat untuk membantu perekonomian di daerah Anda, dan bantulah orang-orang yang membutuhkan pekerjaan. Hal ini dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia, dengan adanya home industri dapat menambah perekonomian masyarakat indonesia dan dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *