Marak Penambang Pasir, Perhutani Kediri Sosialisasi UU Minerba di Kecamatan Puncu

by -
Kegiatan sosialisasi UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba), di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. (FOTO: CHY)

KEDIRI, urgensi.com – Tak ingin terulang musibah tanah longsor yang menimbun penambang pasir di Sungai Ngobo, beberapa bulan lalu, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kabupaten Kediri, menggelar Sosialisasi UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba)

Acara ini dihelat di aula Kantor Kecamatan Puncu, Kamis (14/12/2018), dengan melibatkan jajaran Muspida, Muspika dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Kepala Asper Perhut Pare Kediri, Giman mengatakan, penambangan pasir tanpa ijin berdampak pada rusaknya lingkungan. Sebab kegiatan tersebut tidak dapat terkontrol. Giman mencontohkan, musibah tertimbunnya korban akibat tanah longsor pada penambang pasir beberapa bulan lalu di Sungai Ngobo.

“Terus siapa yang bertanggung jawab kalau sudah terjadi seperti itu dan yang dirugikan adalah keluarga korban. Kami berharap agar warga yang melakukan kegiatan di sana, tunduk pada UU No 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara,” tegasnya.

Sementara Perangkat Desa Wonorejo, Mardianto, yang diberi kesempatan berbicara di forum tersebut mengapresiasi kegiatan yang membahas UU Minerba ini. Dirinya juga meminta, agar pihak terkait juga melakukan kontrol terhadap truk pasir dari lokasi tambang Sungai Ngobo.

“Truk pasir yang lewat dari sungai Ngobo jumlahnya luar biasa. Sehingga membuat jalan Desa Wonorejo banyak yang rusak, dan mengakibatkan para pengguna jalan sering terjatuh,” ucap Mardianto.

Sementara Kepala Dusun Manggis, Suparlin berharap, agar pihak terkait lebih menekan jumlah truk pasir yang melintas, terutama dari luar daerah. Karena jam kerjanya tidak terbatas.

Menanggapi hal itu, Kanit Patroli Polres Kediri, Iptu Purnomo mengaku, jika pihaknya tak pernah berhenti menindak tegas para sopir truk pasir. Namun, yang terjadi selama ini, para sopir bisa lolos, karena mereka banyak akal untuk mengecoh petugas Satlantas. Salah satunya, dengan cara berhenti dan mengunci kendaraannya, kemudian meninggalkan truk tersebut.

Turut hadir dalam acara ini, diantaranya Wakil ADM Perhut Kediri Heri Priyatna beserta jajarannya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Hari Wahyu beserta jajarannya, dan dari Polres Kediri mewakilkan Kanit Patroli Satlantas Polres Kediri Iptu Purnomo dan Kanit Pitsus Polres Kediri Ipda Hendro.

Sementara itu, dari jajaran Muspika Kecamatan Puncu diantaranya, Kapolsek Puncu AKP Yusuf, Komandan Koramil Puncu Kapten Sutikno, dan Plt Camat Puncu Anik Wuriyani. (cahyo/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *