Mediasi Buntu, Eks Buruh PT Surabaya Agung Industri Pulp, Lanjutkan Demo

by
Eks pekerja PT Surabaya Agung Industri Pulp, saat berunjukrasa di depan pabrik. (FOTO: IRW)

GRESIK, urgensi.com – Lampiaskan kekesalan lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan soal pesangon yang dituntut, eks pekerja bersama warga Dusun Semambung, Desa/Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, kembali berunjukrasa di depan PT Surabaya Agung Industri Pulp, Rabu (10/10/2018.)

Dalam orasinya, mereka menilai, pihak managemen pabrik yang dikenal dengan sebutan Surya Kertas tersebut terkesan mengulur-ulur waktu, terkait nasib karyawannya yang digantung selama 5 tahun. Ditambah, tuntutan pesangon sesuai Perundang-Undangan yang hingga kini belum juga direalisasikan.

“Ket biyen awak dewe iki dijanji-janji tok. Tapi awak dewe iki jik sabar ae (Jawa). Sejak dulu kita ini hanya diberi janji-janji saja. Tapi kita tetap bersabar. Dan saya sudah berkali-kali menanyakan status pesangon saya, tapi di-PHP-in aja. Lama-lama ya habis kesabaran kita,” kata Naryo, salah satu eks karyawan pabrik kertas ini dengan nada kesal.

Sementara itu, Ketua LSM FPSR Aris Gunawan mengatakan, hingga demo sebanyak 4 kali ini, pihaknya tidak putus asa mendampingi eks pekerja PT Surabaya Agung Industri Pulp. Bahkan, pihak akan terus mendesak pihak pabrik untuk memenuhi hak-hak yang seharusnya diterima para eks buruh.

“Kita hanya membantu saudara-saudara kita yang terkena masalah. Kalau nggak dibantu ya kasihan. Terlebih lagi, kita dan masyarakat supaya tidak dipermainkan pengusaha,” ujarnya.

Aris juga mengaku mengendus permainan dari pihak managemen pabrik. Tujuannya, mereka tidak terbebani membayar pesangon pada mereka. Maka, lanjutnya, tidak heran jika pihak pabrik mengulur-ulur waktu, agar eks buruh mereda dalam berunjukrasa.

“Saya juga dapat bocoran bahwa sebagian pesangon buruh yang demo ini sudah dititipkan serikat. Dan kita disuruh tanya pada pihak serikat. Apapun itu, kita tidak surut berjuang sampai titik darah penghabisan. Kita akan duduk di depan pabrik sampai permintaan kita dikabulkan,” teriak Aris di hadapan pendemo. (irw/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *