Meski Beraroma Money Politik, Caleg PDIP Melenggang ke DPRD Kota Probolinggo

by -
Sutanto (Baju Kuning) bersama komisioner Bawaslu (Tengah) menunjukkan barang bukti berupa uang pecahan seratus ribu.

PROBOLINGGO,urgensi.com – Meski kesandung kasus dugaan money politik, Mohammad Bebun dipastikan akan melenggang ke gedung DPRD Kota Probolinggo. Sebab, Bawaslu setempat menghentikan kasusnya. Alasannya, Nurul istrinya tidak terbukti bagi-bagi uang ke warga perumahan Prasaja Mulia, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok.

Namun begitu, istri M Bebun tidak akan lepas dari sanksi dari Pemkot. Sebab, Nurul telah berpihak pada peserta pemilu, dalam hal ini suaminya sebagai caleg. Padahal dia sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Atas permasalahan tersebut, Bawaslu sudah mengirim surat ke Walikota. Isinya, meminta Walikota memberi sanksi kepada yang bersangkutan.

Hal tersebut disampaikan Azam Fikri melalui selulernya, Rabu (1/5) siang. Azam mengaku, pihaknya telah melayangkan surat rekomendasi ke wali kota. Isinya, Nurul yang tercatat sebagai ASN di Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) diberi sanksi. “Surat rekomendasinya sudah kami kirim. Soal sanksi kami menyerahkan ke wali kota,” tandasnya.

Sedang terhadap kasus dugaan politik uang (money politics) yang menyeret caleg M. Bebun Azam mengaku, sudah diputus. Menurutnya, kasus tersebut tidak bisa ditindaklanjuti lantaran tidak ditemukan unsur pidana baik formil maupun materiil. “Keputusan ini hasil kajian dan penyelidikan Gakkumdu. Kepolisian, Kejaksaan dan kami dari Bawasli,” ujarnya.

Dengan demikian, M Bebun caleg PDI Perjuangan bisa melenggang ke kursi DPRD untuk kedua kalinya. Diketahui, bebun caleg jadi urutan kedua di PDIP di Dapil II Kecamatan Kedopok dan Kecematan Kademangan. PDIP sendiri di dapil II memperoleh 2 kursi dari 30 kursi yang tersedia di DPRD Kota Probolinggo. “Jadi tidak ada masalah dengan pencalegkannya,” pungkas Azam.

Terpisah, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengaku belum menerima surat dari Bawaslu. Kendati demikian, pihaknya akan memberi sangsi kepada Nurul. Hanya saja, ketua DPC PKB tersebut, tidak menjelaskan sangsi administrasinya. “Kami belum menerima suratnya. Pasti yang bersangkutan akan kami sanksi,” ujar Habib Hadi, usai deklarasi pemilu damai di alun-alun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nurul istri caleg M Bebun dilaporkan ke Bawaslu oleh Sutanto,  Caleg Partai Berkarya, 13 April lalu. Perempuan yang tinggal di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan ini diduga telah membagi-bagikan uang ke salah satu warga Perumahan Prasaja Mulia, di dekat rumah pelapor.

Dompet Nurul yang berisi uang Rp1,9 juta berikut amplop dan buku saku kertas suara dirampas Sutanto yang kemudian diserahkan ke Bawaslu sebagai barang bukti. Tak mau kalah, Nurul dihari yang sama juga melaporkan Sutanto ke Polsek Wonoasih Polres Probolinggo kota. Alasannya, pelapor telah merampas dompet terlapor (Nurul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *