Pabrik Miras di Mojokerto, Gunakan Rumah Kontrakan

by -
Polisi saat menunjukkan barang bukti Miras di lokasi penggerebekan, arak di Dusun Ngembul, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO, urgensi.com – Pabrik minuman keras (Miras) jenis arak di Dusun Ngembul, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, yang digrebek anggota Satreskrim Polres Mojokerto, merupakan sebuah rumah kontrakan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonadus Simarmata mengatakan, pengrebekan dilakukan pada Jum’at (29/9/2018) malam. Mereka menggunakan modus di dalam rumah. “Itu dilakukan agar tidak terpantau masyarakat dan penegak hukum,” ungkapnya, Senin (1/10/2018).

Pantauan di lokasi, meski pabrik berada di tengah pemukiman warga, namun halaman rumah tersebut cukup luas. Sementara produksinya berada di belakang rumah. Dengan beberapa bagian rumah, disekat dan digunakan sebagai tempat produksi.

Di lokasi, juga terdapat puluhan tabung gas elpiji ukuran 3 kg, sebagai bahan bakar yang digunakan pelaku untuk memproduksi arak. Tabung ukuran besar juga tampak terlihat, ditambah drum ukuran besar isi minuman campuran yang difermentasi, sebelum akhirnya dikemas dalam motol air mineral.

Sementara bagian samping di dekat jalan, pemilik memelihara berbagai macam ternak. Seperti ayam dan angsa. Diduga, ini sebagai modus agar bau yang ditimbulkan dari produksi arak tersebut tak tercium warga. Pasalnya, produksi arak tersebut memang menimbulkan bau yang menyengat.

“Ini kalau pengakuan dari tersangka sudah berjalan satu minggu, namun masih kami lakukan pendalaman lebih lanjut. Sejumlah pelaku dan barang bukti telah kita amankan, untuk pelaku masih dalam pengejaran petugas,” jelas Kapolres.

Menurutnya, para pelaku produsen minuman keras (miras) jenis arak itu, dijerat pasal berlapis. Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi pabrik arak di Dusun Ngembul, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Ada sembilan pelaku dalam kasus tersebut, namun tiga diantaranya masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Para pelaku dijerat pasal berlapis. Ada tiga pasal yang disangkakan,” paparnya.

Yakni Pasal 204 ayat 1 KUHP kaitan produksi dan pengedaran bahan berbahaya ancaman pidana 15 tahun penjara, Pasal 135 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan ancaman 2 tahun denda Rp 4 Miliar kaitan dengan sanitasi dan Pasal 142 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan ancaman 2 tahun dan denda Rp 4 Miliar kaitan dengan ijin edar.

“BB yang kita amankan ada 3 kendaraan, pick up, Granmax dan honda Jazz, 164 drum, 96 tabung elpiji, 63 kardus isi 756 botol air minum mineral, 1 tabung penyaringan, 50 kardus, 636 botol kosong, 116 tutup botol, 2 kg ragi, 1 tando isi arak 1.100 liter, 2 tandon kosong, 17 kompor, 20 pipa suling, 4 alat suling, 1 sak ragi, 5 sak gula sak 1 bungkus fermipan,” rinci Kapolres. (bej/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *