Pacu Peningkatan SDM, PT KBM Helat Gathering Bersama Karyawannya

by -
Kegiatan gatering PT KBM bersama karyawannya, dengan menghadirkan Prof H Misbachul Huda, mantan Direktur Utama PT Jawa Pos group, sebagai pembicara.

SIDOARJO, urgensi.com – Upaya peningkatan sumberdaya manusia dalam menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat, PT Karya Bintang Mandiri (KBM), menggelar kegiatan Gathering bersama seluruh karyawannya. Acara digelar di RM Ikan Goreng Cianjur yang berlokasi di Jalan Raya Kemangsen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (26/1/2019) pagi.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa ketenagakerjaan alias outsorching ini, mengajak semua karyawanya berkumpul, sambil belajar dari salah satu motivator yang dihadirkan oleh PT KBM. Ini dilakukan, guna memacu derap langkah perusahaan dalam menyongsong bisnis, yang diperkirakan pada tahun 209 ini, persaingannya semakin kompetitif.

“Kemungkinan persaingan bisnis di masa mendatang semakin ketat. Hal tersebut, dibuktikan dengan banyaknya pabrik yang mengalami pailit di penghujung tahun 2018. Karenanya, saya mengajak semua kru PT KBM untuk berdialog di sini,” kata H Totok Supriono, owner PT KBM.

Menurutnya, di era mileneal ini, perusahaan dituntut untuk bisa beradaptasi dengan para pesaingnya. Walau tidak setingkat lebih maju, tapi minimal kita bisa setara. Apalagi, dengan adanya era revolusi industri 4.0 yang meniscayakan menghasilkan “pabrik cerdas”.

“Untuk itu, kalian saya ajak berdialog di sini, untuk bersama-sama meningkatkan eksistensi perusahaan demi kepentingan bersama,” paparnya di hadapan puluhan karyawanya.

Dalam kesempatan ini, PT KBM mendatangkan Prof H Misbachul Huda, mantan Direktur Utama PT Jawa Pos group, sebagai pembicara sekaligus motivator pada kegiatan tersebut.

Dalam ulasannya, pria yang menghabiskan waktunya untuk membesarkan Jawa Pos group ini mengatakan, ada 5 prinsip yang wajib dimiliki oleh para pelaku usaha, agar tetap eksis dan terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Kelima prinsip itu, lanjutnya, yakni Move on with state of mind, vision, spiritual action, passion, serta colaboration.

“Dari kelima prinsip tersebut, pelaku usaha akan terus melakukan inovasi yang visioner mengikuti perkembangan zaman. Karena sedikit saja kita terlambat melakukan perubahan, resikonya rugi atau mati,” paparnya.

Dikatakannya, banyak perusahaan besar dunia yang sudah menjalankan bisnisnya bertahun-tahun, namun dalam sekejap saja bisa tumbang. Dirinya mencontohkan perusahaan besar yang diakui oleh dunia yakni Nokia.

Menurutnya, tumbangnya perusahaan raksasa yang memproduksi telephon selular (Ponsel) yang menduduki tren teratas pada masa itu, bukan disebabkan oleh korupsi, atau kebocoran keuangan perusahaan. Tapi, karena CEO perusahaan terlambat melakukan perubahan. Di saat, serbuan ponsel yang memiliki fitur lebih cerdas.

“Siapa yang tak mengenal Nokia pada masa itu. Perusahaan ini mampu menggeser perusahaan ponsel lain karena produknya lebih populer dan lebih diminati. Namun, mereka akhirnya tumbang karena sedikit terlambat melakukan perubahan. Perusahaan raksasa tersebut bisa tergeser dengan serbuan Blackbery, meski kemudian juga tumbang oleh perkembangan teknologi smartphone berbasis Android sebagai tandingan IOS pada Iphone,” paparnya.

Paparan profesor berdurasi sekitar 1 jam tersebut, rupanya mampu menghipnotis kru perusahaan, serta awak media yang menghadirinya. (irw/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *