Parkir Sembarangan di Gresik, Dishub Beri Sanksi Gembos Ban Kendaraan

by -
Petugas Dishub Gresik saat memberi sanksi gembos ban kendaraan, bagi mereka yang memarkir kendaraannya sembarangan. (FOTO: IRW)

GRESIK, urgensi.com – Banyaknya parkir liar dengan memanfaatkan fasilitas umum (Fasum) yakni pada ruas jalan Gubernur Suryo, Desa Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, turun tangan melakukan penertiban, Rabu (23/1/2019).

Dalam penertiban itu, petugas memberikan sanksi kepada mereka yang memarkir kendaraannya secara sembarangan, berupa menggembosi salah satu ban kendaraannya. Sanksi tersebut dilakukan, untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang seenaknya memarkir kendaraannya.

“Para pemarkir liar ini, kita tindak dengan cara menggembosi salah satu ban kendaraan, agar mereka jera dan tidak mengulang perbuatanya lagi. Ini sesuai Peraturan Bupati (Perbup) 31 Tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan pelanyanan parkir di tepi jalan umum,” tegas Hendri, salah satu petugas Dishub di sela-sela melakukan penertiban.

Hendrik mengatakan, banyaknya pengendara yang memarkir kendaraannya secara liar di ruas jalan Gubernur Suryo ini, menjadi penyebab terhambatnya lalu lintas di sepanjang jalan tersebut, terutama pengguna jalan roda empat. Lebih-lebih, parkir sembarang itu meluber di depan area pertokoan Ramayana Dept Store.

“Spot jalan ini memang rawan macet, dikarenakan padatnya aktifitas masyarakat yang berlalu lalang bertransaksi di pusat perbelanjaan dan Pasar Lumpur. Apalagi pada jam-jam efektif seperti ini, kalau masyarakat yang sedang jualan dan belanja kurang kesadarannya dengan memarkir kendaraanya sembarangan, akhirnya lalulintas tersendat di sini,” terangnya.

Tak hanya membuat macet jalan raya, aktifitas masyarakat yang semrawut ini juga merugikan pengguna jalan lain, terutama para pegawai kantor dan karyawan yang sedang berangkat bekerja.

“Rata-rata, pegawai kantor dan pabrik yang ada di Gresik ini masuk kerjanya pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Kalau ada pengguna jalan yang seenaknya memarkir kendaraannya, akhirnya volume kendaraan menumpuk di sini, dan yang mau berangkat kerja bisa terlambat,” ujar Hendrik pada awak media. (irw/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *