Pedal Kopling Isuzu Giga FVM 34 285 PS Tidak Stabil, Ini Penyebabnya

by -
Proses pembongkaran dan kontrol mesin Isuzu Giga FVM 34 285 PS, oleh Arif, sang mekanik.

GRESIK, urgensi.com – Memiliki kendaraan tronton dump truk jenis Isuzu Giga 6×4, bagi Didit, untuk memperlancar pekerjaan yang saban harinya memuat lingston di tambang Galian C di kawasan Sekapuk, Kabupaten Gresik.

Namun, tampaknya kendala yang dihadapi pada kendaraannya tersebut yakni berupa pedal kopling bagian atas tidak bisa stabil. Juga, pada kampas kopling kendaran tersebut sering berbau hangus.

Padahal, truk tersebut tidak sedang dalam kondisi terperangkap di jalanan yang tanahnya labil. Selain itu, kata Didit, dump truk keluaran tahun 2013 itu, dalam kurun waktu setahun ini sudah ganti kampas kopling (cluth disk) sebanyak 3 kali. Kendati, truk yang lain miliknya belum ada tanda-tanda untuk ganti kampas kopling.

“Nggak tahu kenapa truk yang ini boros dengan kampas kopling. Padahal yang lain belum ada tanda-tanda ganti kampas. Oleh mekanik saya, sudah diganti dua kali, tapi hasilnya tetap saja, baru dipakai beberapa bulan kampas koplingnya sudah hangus,” katanya cemas sambil melihat truknya yang sedang ganti kampas, Minggu (2/12/2018).

Sementara Khoirul (40), warga Dusun Panggang, Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, mengatakan, akhir-akhir ini pedal koplingnya tidak stabil. Kadang naik, kadang turun sendiri.

“Yang paling terasa, saat truk ini sedang bermasalah begitu, ada muatan penuh di lokasi tambang dan melintasi tanjakan terjal. Kalau di-gas pada saat truk menanjak, seakan-akan tidak ada tenaganya. Kalau dipaksa, pasti kampas koplingnya bau hangus. Padahal Isuzu Giga yang tipe ini tenaganya besar banget dan kuat,” kata sopir yang sehari-hari memakainya truk jenis tersebut di hadapan majikannya.

Namun, oleh Arif, mekanik asal Desa Pasinan Lemah Putih, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, bak transmisi truk diturunkan. Kemudian, dirinya melakukan kontrol di semua lini. Selang beberapa waktu, Arif tahu masalah yang selama ini tak pernah mendapatkan solusinya itu.

“Ternyata masalahnya sepele. Setelah saya kontrol semua, mulai dari matahari kopling (cluth cover), dan release bearing kopling (klaker kopling), kampas koplingnya sebetulnya masih tebal. Harusnya tidak bau hangus. Dan begitu saya mencopot tuas pengungkit kopling, itu As-nya macet dan tidak bisa dicopot. Nah, disini permasalahannya,” jelasnya pada urgensi.com,

Arif menerka-nerka, mungkin mekanik terdahulu yang pernah bongkar tuas, tidak mengontrol pengungkit plat pembebas antara roda gila (flywheel) dan transmisi. Akibatnya berkarat dan macet.

“As pengungkit itu sangat vital. Karena ini yang menggerakan atau yang mendorong release bearing untuk membebaskan antara mesin dan transmisi disaat pindah gigi. Nah, kalau As-nya macet, otomatis setelah mendorong release bearing, bearingnya tidak mau balik ke tempat semula, alias setengah ngopling dan sering bau hangus. Intinya harus teliti tidak hanya sekedar bisa bongkar saja,” pungkas Arif. (irw/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *