Perbankan Sebagai Stabilisator Perekonomian Suatu Negara

by -
Ilustrasi

Oleh: Putri Galih Norma Susila
(Mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang, asal Bojonegoro)

Perekonomian merupakan hal krusial yang kerap diperbincangkan baik di dunia maupun di Indonesia sendiri. Tidak terdengar asing bahwa ekonomi di dunia maupun Indonesia pastilah menjadi faktor yang sangat penting. Sebab, ekonomi sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan kehidupan masyarakat suatu bangsa. Di sisi lain, ekonomi Indonesia merupakan salah satu kekuatan berkembang terbesar dunia di wilayah Asia Tenggara.

Dampak fenomena ekonomi sangat berpengaruh terhadap perekonomian suatu negara, seperti halnya krisis finansial yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1998 silam. Salah satu penyebabnya adalah kondisi perbankan yang buruk serta sistem pengawasan yang lemah, sehingga penyalur kredit hanya terkonsentrasi pada satu grup direktur yang tentunya meningkatkan risiko kemacetan pada kredit dan kemudian dapat memicu terjadinya krisis perbankan.

Menurut UU No, 10/98, perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup segala kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanaakan kegiatan usahanya. Sedangkan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk kreditur dan/atau dalam bentuk-bentuk lainnya, guna meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Di sini, fungsi perbankan adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilisasi perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi yang dimaksud disini, adalah proses menaikkan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Dimana dapat dicapai dengan menstabilkan dan mengontrol kinerja suatu perbankan. Jika kinerja suatu perbankan dapat beroperasi dengan baik, maka pendapatan suatu perekonomian akan mencapai taraf maksimum.

Jadi, di sini peranan perbankan sangat berpengaruh terhadap perekonomian suatu negara. Terutama perubahan susunan dan struktur perbankan di Indonesia yang diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi perekonomian nasional. Jika sistem perbankan kurang baik, maka akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Seperti yang pernah dikatakan BI yaitu perkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2018 ini hanya mencapai 5,2 persen saja atau dibawah titik tengah dari target tahun ini sebesar 5,4 persen. Tetapi Menko Darmin yakin bahwa di tahun 2019 pertumbuhan ekonomi akan dapat mencapai target. (liputan6.com)

Tapi, angka tersebut dirasa masih cukup baik karena sumber-sumber pertumbuhan investasi dan konsumsi masih sehat dan daya beli masyarakat cenderung bagus karena harga-harga kebutuhan hingga saat ini masih terbilang stabil. Meskipun hal tersebut dirasa cukup baik, lembaga keuangan khususnya perbankan akan tetap melakukan upaya dengan dilakukannya usaha menyalurkan kredit kepada lembaga perorangan yang membutuhkan dan diharapkan dapat memberikan pendapatan bagi pertumbuhan perekonomian.

Karena tujuan penyaluran kredit ini adalah untuk kegiatan yang bersifat produktif dan memperoleh keuntungan maksimal dengan risiko yang minimal. Dengan adanya kredit yang diberikan, juga akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kemudian dapat pula membantu dalam mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri. Sehingga, semakin banyak kredit yang disalurkan akan semakin baik, terutama dalam meningkatkan devisa suatu negara. Tetapi, jika seseorang ingin melakukan pengkreditan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh pihak bank.

Selain penyaluran kredit yang ditingkatkan, salah satu usaha yang dilakukan adalah bisnis perdagangan valuta asing. Dimana bisnis tersebut sangat menguntungkan bagi perekonomian, khususnya bagi negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.

Apa itu valuta asing? Valuta asing dalam bahasa inggris berarti “foreign exchange market, forex” atau disingkat valas. Yakni suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan. Peran valuta asing disini, sangat membawa dampak baik bagi perekonomian. Peranan kurs valas sangat penting terutama terhadap mata uang keras (hard currencies) seperti Yen Jepang dan Dollar AS.

Dan konsep perdagangan pasar valuta asing juga tergolong sederhana. Dengan melihat pergerakan harga yang sangat cepat pada valuta asing, bisnis ini menjadi salah satu bentuk investasi yang sangat diminati. Karena jumlah laba yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai laba pada perdagangan lainnya. Valuta asing sendiri termasuk dalam devisa negara. Sedangkan devisa adalah semua yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional, baik itu berupa barang atau jasa. Hal ini sangat membantu bagi negara Indonesia, apabila ingin melakukan transaksi dengan negara asing, misalnya di saat proses pembayaran hutang, untuk membiayai kegiatan perdagangan yang berhubungan dengan negara lain (luar negeri) ataupun pembiayaan kegiatan kenegaraan.

Indonesia sebagai negara berkembang yang saat ini sedang berupaya penuh untuk meningkatkan pendapatan suatu negara, maka Indonesia terus menggenjot pertumbuhan ekonomi yang dirasa sampai saat ini masih mengalami perlambatan dan belum bisa mencapai target salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui perbankan. Hal tersebut disebabkan jumlah ekspor nasional yang terbatas karena kinerja ekspor komoditas, seperti pertambangan dan pertanian yang tidak sekuat perkiraan. Sedangkan jumlah impor terus mengalami kenaikan sejalan dengan permintaan domestik, meskipun pertumbuhan impor bulanan telah menunjukkan perlambatan.

Dalam kasus ini, langkah yang dapat diambil untuk mengatasi hal tersebut adalah, pertama adalah meningkatkan daya beli konsumen dengan menjaga kestabilan harga terutama pada bahan pokok. Kedua, menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Dan ketiga, mendorong masyarakat dalam kegiatan menabung. Disini lembaga perbankan yang mengambil peran tersebut dengan terus meningkatkan minat masyarakat akan hal itu.

Karena peran perbankan sangat berdampak terhadap perputaran perekonomian suatu bangsa, untuk itu perbankan terus melakukan upaya guna mengatasi perlambatan perekonomian yang sedang terjadi, atau bisa dikatakan sebagai urat nadi perekonomian bangsa. Dan sebagai warga masyarakat yang baik, hendaknya kita ikut serta mendukung program pemerintah sesuai peran kita masing-masing guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *