Pisang Mainan Mengandung Narkoba Viral di Medsos, Ini Kata Kapolres Mojokerto Kota

by
Mainan pisang yang viral di Medsos, mengandung narkoba.

MOJOKERTO, urgensi.com – Postingan imbauan kepada orang tua, terkait beredarnya mainan mengandung narkoba di Mojokerto, Jawa Timur, menjadi viral di media sosial (medsos) Facebook dan Wharsapp. Pasalnya, diduga mainan berbentuk pisang berwarna kuning tersebut membuat salah satu siswa SDN 2 Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, lemas.

Himbauan tersebut beredar, pada Selasa (9/10/2018), di banyak grup Facebook dan Whatsapp. Himbauan itu berisi :

Informasi buat rekan2 :
Bagi yang punya anak TK, SD dan SMP mohon dengan hormat di sampaikan kpd putra dan putrinya: bahwa tadi pagi ada kejadian di SDN 2 Kemantren selesai membeli sari buah pisang cair dg harga Rp2.000,- Di duga ada kandungan Narkoba

A. adapun sistim cara memakainya sbb: Cairan tsb di semprotkan pada mulut
B. Hasil/ reaksi minuman tsb sbb:
Segar dan nikmatn selanjunya pemakai tsb menjadi lemas dan bola mata keatas

Sekarang kasus tsb sedang dalam penyelidikan Polisi Gedeg.
Penjualnya sudah pindah tempat dan masih jadi pencarian pihak Polsek.

Karuan saja, postingan yang dibagikan oleh salah seorang netizen di Info Lantas Mojokerto (ILM) sempat menggegerkan warga Mojokerto.

Menanggapi hal ini, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, postingan yang beredar luas di media sosial tentang adanya indikasi kandungan narkoba di mainan yang dijual di SDN 2 Kemantren, tidak benar,

“Kabar yang beredar soal makanan atau minuman yang berindikasi adanya narkoba itu tidak benar. Yang benar itu, ada jenis mainan baru berbentuk buah pisang yang didalamnya berisi cairan yang berbau harum seperti buah. Dan itu adalah bentuk mainan parfum,” ungkapnya.

Mainan berisi parfum tersebut, lanjut Kapolres, oleh salah seorang siswa SDN Kemantren tidak disemprotkan ke tubuh atau pakaian. Melainkan justru disemprotkan ke dalam mulut seperti halnya meminum cairan kemasan. Sehingga sesaat setelah diminum, terdapat reaksi.

“Tentu saja, mengakibatkan fisik sang siswa menjadi lemas tak berdaya. Lalu oleh guru, siswa tersebut di bawa ke ruang UKS untuk diobati. Namun setelah itu siswa tersebut sudah dapat mengikuti pelajaran kembali. Orang tuanya juga sudah kita hubungi untuk melihat perkembangannya,” katanya.

Meski begitu, Polres Mojokerto Kota tetap membawa sample mainan parfum berbentuk pisang ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya, untuk dilakukan proses penelitian. Ini dilakukan agar diketahui secara pasti kandungan yang ada di dalam mainan tersebut.

“Sample sudah dibawa ke BPOM Surabaya. Hasilnya akan keluar satu minggu kedepan,” kata Kapolres AKBP Sigit, Jumat (12/10/1018).

Menurut Kapolres, dari hasil penelitian sementara, tidak ada kandungan narkoba di dalam mainan tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pastinya setelah diteliti oleh BPOM Surabaya.

“Untuk pedagang, belum dimintai keterangan karena belum tertangkap. Pihak sekolah dan Babinsa Babinkamtibmas keesokan harinya menunggu di depan sekolah, tetapi pedagang tidak berjualan,” terang AKBP Sigit Dany Setiyono. (bej/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *