Satroni Toko Variasi di Menganti, 2 Tersangka Dibekuk Polisi, Dua Lainnya DPO

by -
Tersangka saat diamankan di Polsek Menganti, Gresik.

GRESIK, urgensi.com – Nekad membobol dan menggasak isi toko variasi motor yang berada di Jalan Raya Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dua tersangka diciduk polisi di rumahnya masing-masing, Minggu (25/11/2018) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dari dua tersangka, satu diantaranya masih bocah alias dibawah umur. Keduanya yakni FNR (15) warga Desa Gempol kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dan A (19 tahun) warga Desa Drancang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Sayangnya, dua pelaku lain berhasil kabur. Meski begitu, polisi sudah mengantongi identitas kedua tersangka yang kabur. Saat ini, polisi masih dalam pengejaran, dan keduanya sudah ditetapkan daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Menganti, AKP Ramadhan mengatakan, kasus pencurian di toko milik Aspriyanto (61) warga Asemrowo Kota Surabaya tersebut, terjadi pada Sabtu (24/11/2018) sekitar pukul 04.30 WIB. Pagi itu, seperti biasa, Aspriyanto hendak membuka toko variasi. Namun, dirinya curiga dengan pintu berupa rolling door toko yang rusak.

“Saat masuk dan mengecek toko itulah, pemilik toko mengetahui jika barang-barang onderdil dagangannya sudah hilang,” terang Kapolsek, Kamis (29/11/2018).

Sadar tokonya disatroni maling, Aspriyanto pun langsung melapor ke Polsek setempat. Sekejap saja, petugas langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil pengembangan petugas, kedua tersangka diketahui menjual barang curian di toko variasi di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik pada Minggu (25/11) pukul 22.00 WIB. Sebelumnya, pelapor juga menemukan onderdil miliknya dijual di toko variasi yang berlokasi di Desa Boboh, Kecamatan Menganti.

“Setelah dilakukan kerjasama dengan pemilik toko variasi di Desa Bringkang, akhirnya petugas berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku. Selanjutnya, keduanya berhasil kita amankan,” ujar AKP Ramadhan.

Karena salah satu pelaku masih dibawah umur, lanjut Kapolsek, sesuai Undang-undang No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak sebelum dilakukan upaya hukum harus ada upaya diversi yang disebutkan dalam Pasal 6.

“Untuk itu, tersangka FNR (15) kita limpahkan ke unit PPA Satreskrim Polres Gresik, untuk dilakukan upaya diversi. Sementara tersangka A, dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHPidana tentang Pencurian dengan pemberatan (Curat). Untuk dua pelaku yang berhasil kabur, kita tetapkan DPO. Kita juga sudah mengantongi identitas keduanya,” terang AKP Ramadhan.

Selain meringkus dua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa, 8 buah velg sepeda motor beserta ban, 2 buah velg tanpa ban, 6 buah velg, dan 5 buah knalpot sepeda motor. (irw/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *