Sejumlah Proyek Diduga Belum Tuntas, Mantan Kades Jegreg Kembali Mencalonkan

by -
Lapangan desa Jegregm Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, yang kondisinya masih seperti sebelumnya. Belum tampak adanya realisasi dari proyek yang didanai APBDes setempat.

LAMONGAN, urgensi.com – Mantan Kepala Desa (Kades) Jegreg, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Hadi Widodo, diduga masih menyisakan problem terkait realisasi APBDes saat dirinya menjabat sebagai Kades.

Dugaan ini, seperti diungkap salah satu warga yang enggan namanya disebut. Menurut sumber, terdapat sejumlah proyek dari sumber APBDes setempat, yang masih belum rampung. Bahkan, terkait hal ini, lanjut sumber, mantan Kades yang kini kembali mencalonkan diri sebagai Cakades setempat itu, sempat dipanggil Inspektorat Kabupaten Lamongan.

“Ada banyak proyek dari APBDes 2018 yang LPJ-nya belum rampung. Bahkan, belum lama ini, pak mantan Kades Hadi dipanggil Inspektorat soal itu,” ungkapnya, Jumat (28/6/2019).

Sumber mengatakan, seperti pembangunan sarana dan prasarana fisik sosial untuk pengurugan lapangan sepak bola desa Jegreg, dan kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup – pohon, masing-masing sebesar Rp 100 juta dari APBDes 2018.

Hingga saat ini, kata sumber, realisasi kedua proyek ini tidak tampak. Menurutnya, kondisi lapangan desa masih tetap seperti semula.

“Sementara, penghijauannya juga tidak tampak ada kegiatan tersebut,” paparnya.

Selain itu, katanya, pembangunan saluran irigasi di Dusun Kampak, Desa setempat, dengan anggaran Rp 100 juta dari APBDes tahun 2018, diduga fiktif.

Diungkapkannya, APBDes 2018 Desa Jegreg untuk kegiatan sarana dan prasarana fisik kantor balai desa jegreg sebesar Rp 122.789.405, masing-masing rehab balaidesa sebesar Rp 75.820.000, dan pintu gerbang balaidesa sebesar Rp 46.468.600. Rehab gedung Paud Rp 50 juta, dan pengembangan BUMDes simpan pinjam sebesar Rp 100 juta.

“Kalau kegiatan tersebut, kelihatannya banyak penyimpangan. Silakan ditelusuri,” katanya, tanpa menyebut secara detil penyimpangan yang dimaksud.

Lebih lanjut, sumber menengarai adanya dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan WC atau closed, pada tahun 2017. Menurutnya, Desa Jegreg mendapatkan Proyek Pembangunan WC berupa penggalian, pemasangan paralon, pemasangan duiker dan lain-lain, dengan jatah Rp 2,5 juta Per KK.

Proyek ini, hingga saat ini belum rampung, karena masih menyisakan sekitar 160 kotak closed. Dugaan tersebut bertambah kuat, lantaran closed yang awalnya berada di rumah warga di Dusun Balong dipindah ke Dusun Kampak.

“Nah, dugaan belum tuntasnya proyek tersebut, karena closed itu dipindah dari rumah warga di Dusun Balon ke Dusun Kampak, menggunakan truk bernopol S 3450 UN. Lengkap dengan sopir dan kulinya,” terang sumber.

Sayangnya, mantan Kades Jegreg, Hadi Widodo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum ada tanggapan. (rif/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *