Selingkuhi Warganya, Sekdes di Nganjuk Digrebek Istrinya Bersama Warga

by -
Sekdes Bulu, Sumali saat digelandang dan disidang warga di kantor desa Bulu. Disaksikan Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas desa setempat.

NGANJUK, urgensi.com – Aksi Gunanik (38) yang menggrebek Sumali (46) suaminya sendiri yang juga menjabat Sekretaris Desa (Sekde) Bulu, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, membuat heboh warga setempat, Minggu (13/1/2019).

Bersama puluhan warga, istri Sekdes ini menggrebek suaminya, lantaran Sekdes Bulu kedapatan berselingkuh dengan Arni (43) yang tak lain warganya sendiri.

Usai digrebek di rumah Arni, Sumali digelandang dan diadili warga di kantor desa Bulu. Disaksikan Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas desa setempat.

Sempat terjadi ketegangan antara warga dan perangkat desa. Pasalnya, warga ngotot agar Carik Bulu dikenai denda memberikan 10 truk pasir kepada lingkungan desa. Namun, pelaku hanya dikenai denda sebanyak 2 truk pasir oleh pihak desa.

Kades Bulu, Hadi Prayitno, membenarkan adanya penyanggongan dan penggereban Sekdes Bulu yang didilakukan oleh istrinya sendiri. Penggrebekan itu dilakukan bersama puluhan warga pukul 04.00 WIB. Kemudian, pihak desa melakukan sidang dengan menghadirkan kedua belah pihak, dan keputusan ditandatangani dengan bermaterai.

“Kedua belah pihak, saksi, serta dari warga sepakat, pelaku didenda dengan memberikan pasir kepada lingkungan desa sebanyak 2 truk pasir, sesuai dengan aturan desa. Dan dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Desa,” kata Hadi Prayitno.

Terkait tuntutan warga yang meminta denda sebanyak 10 truk pasir, pihak desa masih akan melakukan koordinasi dengan pihak pelaku.

Sementara menurut warga, aksi penggerebak itu bermula saat Gunanik, istri carik, mendapati suaminya tidak berada di rumah pada dini hari. Curiga suaminya tidak ada, Gunanik bersama para pemuda melakukan penyanggongan.

Sekitar pukul 04 30 WIB, suaminya keluar dari rumah Arni dan langsung lari dan dikejar warga. Hingga akhirnya, Sekdes atau Carik Sumali berhasil ditangkap dan dibawa ke kantor desa.

Atib, warga setempat meminta agar Kepala Desa memberhentikan pelaku dari jabatannya sebagai Sekdes, karena tindakan asusila sering dia lakukan. Namun, selama ini, belum ada tindakan tegas dari pihak desa, dan pemerintah di tingkat yang lebih atas. (pp/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *