Terjaring OTT Pungli PTSL, 1 Panitia Ditetapkan Tersangka

by -
Polisi saat merilis barang bukti beserta tersangka di Mapolres Banyuwangi.

BAYUWANGI, urgensi.com – Tim Saber Pungli Polres Banyuwangi menetapkan Gito (50), oknum panitia Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, sebagai tersangka. Ini setelah pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polres Banyuwangi secara maraton terhadap Gito.

Tim Saber pungli melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gito, di depan kantor bank BRI unit pembantu Kalibaru, Senin (26/11/2018). Gito merupakan ketua kelompok masyarakat (Pokmas) PTSL di Desa Banyuanyar. Saat ditangkap, Gito saat itu melakukan transaksi pembayaran pengurusan sertipikat milik korban Hj Hoirieh, warga Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru.

“Tersangka yang kita amankan adalah Ketua Pokmas PTSL Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru,” ungkap AKBP Taufik Herdiansyah, Kapolres Banyuwangi kepada wartawan di Mapolres Banyuwangi, Selasa (27/11/2018).

Kapolres Taufik mengatakan, OTT yang dilakukan tim Suber Pungli, berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya ketidakwajaran dalam pembayaran pengurusan sertipikat tanah.

Dijelaskannya, modusnya cukup rapi. Sebab, sebenarnya sertipikat milik korban sudah jadi pada tahun 2017. Namun, tidak diberikan karena sejumlah uang yang disyaratkan yakni Rp 7,5 juta masih belum dilunasi. Sehingga, tersangka menyimpan sertifikat tersebut.

“Korban yang sudah mengetahui kalau pengurusan sertipikat tanah hanya sebesar Rp 700 ribu, langsung melapor ke pihak kepolisian. Kemudian, saat akan melunasi kekurangan pembayaran sertipikat sebesar Rp 10 Juta, polisi langsung melakukan OTT tersebut,” jelas Kapolres Taufik.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 10 Juta, kwitansi pembayaran atas nama korban senilai Rp 7,5 juta, sertipikat tanah dan sepeda motor.

Dari kasus tersebut polisi menjerat tersangka dengan pasal 12 huruf e UU no 31 tahun 1999 subsider Pasal 368 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. “Langsung kita tahan sejak ditetapkan tersangka kemarin,” pungkasnya. (tik/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *