Terungkap, Mbah Mentil Disetubuhi Sebelum Dibunuh Pelaku

by -
Kedua tersangka pelaku pembunuhan Mbah Menthil saat dirilis di Polres Kediri Kota. (FOTO: CHY)

KEDIRI, urgensi.com – Ada fakta menarik dari kasus pembunuhan Nenek Sukinen alias Mbah Mentil. Ternyata, ada hubungan asmara tak lazim bak nenek dan cucunya. Karena perbedaan usia antara keduanya. Hingga, hubungan keduanya akhirnya berujung maut.

Pelaku DA (Dedik Asmawan) alias Glawor yang masih berusia 26 tahun, warga Desa/Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Sedangkan Mbah Mentil sudah berusia lanjut, yakno 75 tahun, warga Desa Kembangan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan.

Hal itu, terungkap dalam Press Conference yang digelar Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota, Kamis (14/2/2019), siang.

Pelaku pembunuhan nenek Sukinem alias Mbah Mentil, penghuni di Pasar Setono Betek berhasil ditangkap petugas dari Polres Kediri Kota, tepat pada hari Valentine (14/2/2019).

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, didampingi Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo menjelaskan, kejadian bermula saat pelaku DA mengajak pelaku lain bernama Ahmad Setiawan (25) warga Desa/Kecamatan Pagu, untuk mengantarkan ke Pasar Setono Bethek, menemui Mbah Mentil, dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah sampai di lokasi Pasar Setono Bethek, AS meninggalkan DA. Pelaku DA sempat berhubungan badan dengan korban.

“Setelah berhubungan intim, pelaku DA langsung mencekik dan menyumpal mulut korban dengan menggunakan kerudung korban, serta mengikat tangan korban dengan kain stagen,” terang Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Kediri Kota ini mengatakan, mengetahui korban sudah tidak bernafas pelaku, pelaku DA langsung melepas perhiasan emas. Berupa cincin dan gelang yang dikenakan korban beserta suratnya yang disimpan di ujung stagen dan mengambil uang sejumlah Rp 1.600.000. Kemudian, barang hasil pencurian itu dibagi dua dengan pelaku AS.

“Jadi motif pembunuhan Mbah Menthil, pelaku menginginkan uang dan perhiasan milik korban, Hasil jarahan uang dan perhiasan digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” papar AKBP Anthon.

Dijelaskannya, pelaku DA dengan korban Mbah Menthil sudah kenal sejak tahun 2013 hingga keduanya menjalin hubungan asmara. Hubungan itu, membuat korban tidak menaruh curiga jika pelau ingin menguasai barang yang dimiliki korban berupa uang dan perhiasan.

Selain meringkus dua tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa kerudung warna merah muda, kain stagen warna hitam, tali kain warna putih, kain batik atau jarit, KTP atas nama Sukinem dan sepeda motor Mio milik pelaku.

“Atas kejadian ini, kedua tersangka dijerat Pasal 339 KUHP subs Pasal 338 KUHP atau Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan pidana penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” pungkas AKBP Anthon. (chy/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *