Tol Suramadu Digratiskan, Jokowi: “Ini Tidak Ada Kaitannya dengan Politik”

by
Presiden RI, Joko Widodo, saat meresmikan pembebasan tarif tol jembatan Suramadu, Sabtu (28/10/2018). (FOTO: INT/IRW)

SURABAYA, urgensi.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi membebaskan tarif Tol Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu), Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018). Kebijakan tersebut, kata Presiden Jokowi dalam sambutannya, merupakan hasil dari masukan dan saran para tokoh masyarakat, tokoh agama, Gubernur, serta pejabat daerah.

“Dengan mengucap bismillah, Jalan Tol Suramadu sore ini, kita ubah menjadi jalan tol biasa. Terima kasih,” ucap Jokowi saat peresmian.

Menurut Jokowi, ketimpangan angka kemiskinan antara Gresik dan Sidoarjo berada pada angka 5-8 persen, di Madura menjangkau angka 17 persen lebih. Alasan itulah, Jokowi kemudian memutuskan, bahwa jalan tol penghubung Surabaya dengan pulau Madura, menjadi jalan umum.

Dijelaskannya, pemerintah pada tahun 2015 telah menggratiskan tarif tol, namun hanya untuk sepeda motor. Kemudian pada tahun 2016, pemerintah juga telah memangkas 50 persen tarif tol untuk roda empat. Namun, kata Jokowi, dari kalkulasi perhitungan yang telah dilakukan, kebijakan itu belum memberikan pertumbuhan maupun dampak ekonomi.

Dengan menjadi jalan tol biasa, Jokowi berharap, hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di pulau Madura, berpengaruh pada jalannya kegiatan investasi, dan mampu mengangkat pariwisata di Madura.

“Tidak ada untung atau rugi. Hitungan pemerintah adalah soal keadilan, kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Jokowi juga menengaskan, bahwa pembebasan tarif ini bukan soal politik, melainkan inisiatif pemerintah dalam menerima aspirasi untuk menyejahterakan masyarakat.

“Ini tidak ada kaitannya soal politik. Kalau kita urusan politik, ya nanti saya gratiskan bulan Maret atau April saja tahun depan. Jangan apa-apa dikaitkan dengan politik. Itu hanya segelintir orang saja yang sealu mengait-ngaitkan. Ini urusan ekonomi, investasi, kesejahteraan, dan urusan rasa keadilan,” tandasnya. (intan/irw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *