Tragis, Terdesak Hidupi 10 Anak, Ibu ini Nekad Gasak Handphone

by -
Terdakwa saat berada di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

SURABAYA, urgensi.com – Atim Subaindah tak kuasa membendung cucuran mata, saat didudukkan di kursi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (26/9/2018). Ibu yang memiliki 10 anak ini diadili, lantaran telah mencuri handphone milik seorang pelajar yang bernama Jihan Farah.

Kepada Majelis Hakim yang diketuai Pudjo Saksono, terdakwa mengakui perbuatannya. Menurutnya, dia nekad mencuri handphone tersebut, lantaran untuk daftar ulang sekolah anaknya.

“Saya bingung pak Hakim, suami saya ada di penjara karena kasus kecelakaan. Saya harus menghidupi anak-anak saya,” ujar terdakwa yang baru saja melahirkan anak ke 10 di Rutan Medaeng 10 hari lalu.

Di hadapan Hakim, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Dan dia juga berjanji akan memberikan nafkah yang halal kepada anak-anaknya.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya, pak Hakim,” ujar terdakwa.

Atas penyesalan terdakwa dan pertimbangan anak-anak terdakwa yang saat ini dirawat tetangganya, Hakim Pudjo akhirnya menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga bulan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo yang menuntut pidana penjara selama lima bulan.

“Kamu sudah menjalani hukuman 2,5 bulan, jadi sebentar lagi kamu akan keluar. Dijaga baik-baik anak-anaknya,” ujar Hakim Pudjo.

Sekedar diketahui, terdakwa nekad mencuri handphone tersebut pada 15 Juli 2018 lalu di Jalan Darmo, saat acara Car Free Day. Saat itu, korban Jihan sedang jalan-jalan di area Car Free Day. Saat itulah, terdakwa nekad mencurinya. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 362 KUHP. (bej/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *