Wanita Asal Desa Kertaharja Tegal ini, Ubah Sampah Plastik Menjadi Tas Keren

by -
Susanti, wanita muda kreatif asal Desa Kertaharja, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. (FOTO: DAR)

TEGAL, urgensi.com – Sebagian besar masyarakat, sampah plastik dianggap sebagai barang tidak berguna yang hanya mengotori rumah atau pekarangan. Namun tidak bagi Susanti, wanita muda asal Desa Kertaharja, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal ini, sampah-sampah plastik khususnya sampah bekas bungkus produk kebutuhan rumah tangga, seperti bekas bungkus kopi, bekas bungkus aneka serbuk minuman, maupun bekas bungkus biskuit ini, mampu diubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, yakni kerajinan tangan.

Ditemui di rumahnya, Sabtu (1/12/2018), dengan terampil, Susanti mengubah sampah-sampah plastik tersebut menjadi aneka produk bernilai ekonomi seperti tas berbagai ukuran, tempat tisu, dan lain sebagainya. Santi, demikian ia biasa disapa, untuk membuat kerajinan tangan semisal tas berukuran sedang, sedikitnya dia membutuhkan 350 bekas bungkus kopi instan.

Terkait harga, tas berbahan baku limbah tersebut ia banderol dengan harga antara 15 ribu hingga 150 ribu rupiah. Besaran harga ini, menurut Santi, tergantung besar-kecilnya tas serta bahan tali tas yang digunakan. Semakin tali tasnya berbahan baku bagus, misalnya rantai dikombinasi manik-manik maka harganya menjadi cukup mahal.

Dalam satu bulan, ia mengaku paling sedikit menerima pesanan tas dari tetangga atau kenalan sebanyak 5 buah. Untuk pembuatan satu unit tas, menurut Santi, membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari tergantung ketersediaan bahan bakunya.

“Kalau bekas bungkus kopi banyak ya bisa satu hari selesai pembutannya,” ujar Santi.

Menurutnya, kendala yang dihadapi sebagai pembuat kerajinan ini adalah soal ketersediaan bahan baku sampah bekas plastik. Selama ini, kata Susanti, untuk mendapatkan bekas bungkus kopi tersebut, selain mengumpulkan dari sampah yang dihasilkannya, ia juga memesan kepada pemilik warung-warung kopi yang ada di sekitar desanya, agar sampah bekas bungkus kopi tidak dibuang, tapi dikumpulkan dan diberikan pada dirinya untuk bahan baku tas. (darojat/urg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *