Waspada Tergantikan oleh Robot Dalam Persaingan Dunia Bisnis

by -
Ilustrasi

Oleh: Citra Fitrah Nuraida
(Mahasiswi Prodi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Malang)

Kemajuan teknologi dari masa ke masa semakin berkembang. Pengembangan teknologi salah satunya adalah robot yang sengaja diciptakan manusia untuk membantu meringankan pekerjaan manusia. Tapi kenyataannya saat ini, bahwa alat yang diciptakan manusia itu malah mengambil alih perkerjaan manusia, dengan segala kelebihan yang ada pada robot yang diatur dengan sistem komputer akan mampu mengalahkan manusia dalam hal keefektifitasan pekerjaan.

Selain itu, dampak neatif dari terciptanya robot hanya akan membuat manusia semakin malas untuk melakukan aktifitas. Mereka hanya mengandalkan alat canggih tersebut sehingga pikiran mereka tidak terbiasa untuk berfikir kreatif. Padahal berpikir dan bertindak kreatif adalah kelebihan manusia yang tidak dimiliki oleh robot yang hanya mampu melakukan sesuatu yang diatur dalam sistem komputer.

Bayangkan saja jika pekerjaan manusia dikuasi oleh teknologi seperti robot, tenaga kerja manusia tidak lagi dibutuhkan, pengangguran akan semakin bertambah dan masalah ekonomi lainnya pasti akan terjadi. Penulis mengambil contoh nyata saat ini yaitu petugas tol yang dulunya jika kita akan memasuki tol, membayar secara tunai pada petugas tol. Namun sekarang, peran petugas tol sudah sangat jarang dibutuhkan karena teknologi sudah mampu mengambil alih tanggung jawab tersebut. Contoh lain, dalam sebuah pabrik produksi makanan kemasan yang dulunya pengemasan makanan dilakukan manual oleh manusia, kini sudah tergantikan oleh teknologi. Sangat jarang ditemui pabrik yang masih menggunakan penuh tenaga manusia dalam segala proses produksinya.

Kita seharusnya menyadari, seiring perkembangan jaman dan pertumbuhan teknologi, manusia semakin kalah dengan alat yang hanya terbuat dari besi, dan seharusnya fungsinya untuk membantu kita dalam melakukan pekerjaan. Bukan mengambil alih pekerjaan kita. Lantas, apakah kita masih saja nyaman dengan kondisi yang seperti ini ? maka dari itu para pelaku bisnis mau tidak mau dituntut untuk harus bisa mengikuti dan memahami perkembangan teknologi dari masa ke masa.

Tidak terpungkiri lagi, dalam persaingan di dunia bisnis banyak perusahaan yang sudah mengoperasikan industrinya dengan menggunakan tenaga robot dengan pertimbangan keefektifan pekerjaan. Hanya dengan tenaga kerja manusia dianggap lambat tidak efektif dan akan mengakibatkan kalah saing dalam dunia industri. Selain itu, meskipun generasi milenial sekarang tidak buta teknologi, tetap saja jika tidak diberi pengarahan akan mengakibatkan salahnya dalam mengoperasikan teknologi tersebut, sehingga mereka dikendalikan teknologi bukan mereka yang mengendalikan teknologi. Kita harus memiliki cara, agar kita tidak tergantikan oleh robot.

Seiring dengan menjelangnya revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar serta kendaraan tanpa pengemudi, menuntut manusia agar dapat menguasai teknologi digital. Dengan begitu, sumber daya manusia saat ini harus segera dibekali dengan pelatihan pengoperasian teknologi agar dapat menyesuaikan diri dalam dunia industri yang akan datang.

Manusia dianugerahi dengan akal dan pikiran. Itu merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh manusia. Karenanya, pola pikir yang kreatif harus dikembangkan, agar tidak kalah bersaing dengan robot yang hanya diprogram melalui data yang ada di komputer untuk melakukan suatu pekerjaan.

Berkaitan dengan peran buruh yang terancam akan tergantikan oleh teknologi atau robot, akan berdampak pada tingkat pengangguran yang semakin bertambah khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, cara lain untuk mengatasi hal itu adalah mulai mengembangkan lapangan kerja padat karya yaitu lapangan kerja dengan tenaga kerja manusia dalam jumlah banyak.

Cara lainnya untuk mengatasi hal ini adalah sumber daya manusia khususnya di Indonesia harus diberi pendidikan digital juga sejak usia dini agar mereka bisa menyesuaikan dengan era industri 4.0 yang akan datang. Pendidikan TIK salah satunya. Pada kurikulum 2006, pendidikan TIK diterapkan di sekolah-sekolah dasar. Namun pada kurikulum 2013 pemeritah menghapus pelajaran TIK. Alasannya, bahwa generasi yang sekarang sudah menguasai teknologi dalam kehidupan sehari hari. Padahal, seharusnya potensi itu harus semakin dikembangkan agar pada era industri yang akan datang mereka bisa bekerjasama dengan robot dan bukan tergantikan oleh robot. Manfaat pendidikan digital juga agar mereka terlatih untuk berfikir kritis, dapat memecahkan berbagai masalah dengan cepat dan efisien, terlatih untuk bekerja sama dan kepercayaan diri akan tercipta dalam menghadapi revolusi industry 4.0 nantinya.

Dari berbagai solusi yang ditawarkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, tergantung niat dari diri kita sendiri bersedia atau tidaknya mempelajari teknologi digital itu agar siap bekerjasama dengan robot dalam dunia industri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *